Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Nasional

Dubes Australia Apresiasi Kolaborasi Pemkot Kupang dan UNICEF dalam Penanganan Anak Zero-Dose

badge-check


					Foto Bersama Usai Kegiatan. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Kegiatan. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Yang Mulia Rod Brazier, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, dan UNICEF dalam menangani anak-anak zero-dose, yakni anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Workshop Review Program Zero-Dose dalam rangka Penguatan Program Integrasi Kesejahteraan Anak di Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Harper, Kamis (30/07/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh UNICEF bekerja sama dengan pemerintah ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan, serta seluruh jajaran puskesmas. Workshop berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen berbagai pihak dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Rod Brazier mengungkapkan bahwa sejak tahun 2024 program tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan dengan capaian sekitar 64 persen.

“Ini menunjukkan bahwa perubahan nyata dapat diwujudkan ketika ada kerja sama yang kuat. Namun pekerjaan kita belum selesai, masih ada anak-anak yang belum melengkapi imunisasi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh perlindungan kesehatan melalui imunisasi. Oleh karena itu, ia mendorong agar jangkauan layanan kesehatan terus diperluas, kualitas pelayanan semakin ditingkatkan, serta seluruh anak dapat memperoleh imunisasi lengkap tepat waktu. Ia menegaskan bahwa investasi pada anak-anak merupakan investasi bagi masa depan Indonesia.

Program penanganan zero-dose di NTT dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UNICEF. Program tersebut mencakup berbagai upaya, seperti Survei Cepat Komunitas (SCK), penguatan peran puskesmas, serta edukasi lintas sektor. Pelaksanaannya difokuskan di sejumlah wilayah prioritas, antara lain Kabupaten Kupang, Alor, Sumba Timur, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

KPA NTT Dorong Penyelesaian Konflik dan Pengakuan Hak atas Tanah Masyarakat

8 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Trending di Ekologi