Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Pendidikan & Teknologi

Tuntut Ruang Aman dan Transparansi, Aliansi Mahasiswa Peduli IAKN Kupang Gelar Aksi Demonstrasi

badge-check


					Aliansi Mahasiswa Peduli IAKN Kupang. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Aliansi Mahasiswa Peduli IAKN Kupang. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – ‎Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kupang menggelar aksi demonstrasi di lingkungan kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang pada Senin (27/04/2026).

‎Massa aksi melakukan Long March dari cabang depan SMK negeri 8 Kupang, Menuju kampus IAKN.

‎Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian tinggi mahasiswa terhadap kondisi lingkungan kampus, yang saat ini dinilai kurang etis.tujuan utama menciptakan ruang aman bagi seluruh civitas akademika.

‎Kordinator umum, Delki Loy, dalam orasi politiknya menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di IAKN Kupang bukanlah hal asing. Menurutnya, mata dan telinga publik sudah menyaksikan sendiri bagaimana realitas ini terjadi di depan mereka.

‎”Beberapa hari belakangan ini, publik digemparkan oleh pernyataan dan tindakan salah satu oknum dosen dalam perkuliahan yang jelas-jelas merupakan bentuk pelecehan terhadap mahasiswa,” ujarnya.

‎Delki menyoroti sikap institusi yang justru dianggap melindungi pelaku. Ia mengkritik langkah kampus yang hanya memfasilitasi permintaan maaf melalui video dari oknum tersebut, padahal tindakan serupa sudah berulang kali terjadi.

‎”Tindakan dosen ini bukan pertama kali, tetapi sudah berkali-kali. Namun, kampus seolah sengaja ingin melindungi oknum tersebut agar tetap bisa mengajar,” tegasnya.

‎Ia menambahkan bahwa oknum dosen tersebut sudah tidak lagi menggunakan etika dan seharusnya tidak layak berada di ruang kelas. Alih-alih memberikan sanksi tegas, pihak kampus justru melakukan penghalangan atau pembiaran.

‎”Sangat tidak pantas seorang dosen membicarakan atau merendahkan mahasiswanya di depan umum. Ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan kegagalan kementerian dan institusi dalam melakukan pencatatan dan penindakan yang serius. Maka dari itu, kita harus bergerak bersama-sama untuk menuntut keadilan,” pungkasnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

15 Mei 2026 - 16:13 WIB

GMKI Kupang Desak Polisi Bongkar Tuntas Kematian Fika Serwutun: Jangan Ada Rekayasa Kasus

15 Mei 2026 - 11:07 WIB

Kuliah Umum di Stikom Uyelindo, Menko Pangan Tekankan Peran Mahasiswa IT dalam Ketahanan Pangan Nasional

15 Mei 2026 - 06:53 WIB

Trending di Nasional