Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Daerah

KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores

badge-check


					Pemberian Bantuan Kepada masyarakat oleh KPA. Foto: Dok. KPA/ Perbesar

Pemberian Bantuan Kepada masyarakat oleh KPA. Foto: Dok. KPA/

KupangTimurInsight, Kupang – Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) melalui Gerakan Ekonomi Solidaritas Lumbung Agraria (GESLA) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 4 ton beras dan sejumlah bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut disalurkan pada Jumat (21/8/2026) di sejumlah wilayah terdampak, yakni Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo; Desa Nangahale dan Likong Gete di Kecamatan Talibura; Desa Runut di Kecamatan Waigete; serta wilayah Kecamatan Mego dan Tanawawo, Kabupaten Sikka.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ekonomi Solidaritas Lumbung Agraria (GESLA) yang dikembangkan KPA sebagai gerakan solidaritas sosial sekaligus upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Koordinator KPA Wilayah NTT, Honorarius Quintus Ebang, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas KPA bersama anggota terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa Flores.

“Bantuan ini berasal dari KPA melalui Gerakan Ekonomi Solidaritas Lumbung Agraria atau GESLA. Gerakan ini dibangun dengan semangat menyatukan solidaritas sosial dan ekonomi kerakyatan,” ujar Honorarius saat ditemui di lokasi penyaluran bantuan.

Menurutnya, GESLA merupakan praktik konkret dalam membangun sistem pangan yang lebih adil dengan memperpendek rantai produksi dan distribusi. Melalui gerakan tersebut, petani dan nelayan sebagai produsen pangan didorong untuk terhubung langsung dengan masyarakat, termasuk kelompok buruh dan kelompok rentan sebagai konsumen.

“Kami dari KPA bersama organisasi rakyat juga terus memperluas gerakan tersebut melalui pembangunan aliansi strategis dengan serikat buruh, organisasi masyarakat adat, serta berbagai kelompok gerakan sosial lainnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores

22 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Trending di Daerah