Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Dubes Australia Apresiasi Kolaborasi Pemkot Kupang dan UNICEF dalam Penanganan Anak Zero-Dose

badge-check


					Foto Bersama Usai Kegiatan. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Kegiatan. Foto: Dok. Yanto/

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berupaya memastikan terpenuhinya hak-hak dasar anak, termasuk akses terhadap layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.

“Anak-anak yang baru lahir sudah difasilitasi dengan kartu keluarga, akta kelahiran, dan kartu identitas anak. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan mereka,” jelasnya.

Serena menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memenuhi hak-hak anak. Ia juga mengakui masih terdapat anak-anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjangkau mereka.

“Kita dari BKD tahun lalu bergerak dari provinsi ke 22 kabupaten/kota ada kegiatan mengenai perisai secara cepat. Kita berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan sebagai pelaksana dan puskesmas, sementara kami memfasilitasi dalam bentuk kolaborasi. Kebetulan Kota Kupang menjadi daerah dengan capaian imunisasi terbaik se-NTT pada pelaksanaan Perisai pertama. Kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan sampai tidak ada lagi anak di Kota Kupang yang tidak diimunisasi,” tegasnya.

Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk mendukung percepatan penanganan anak zero-dose. Ia juga menyoroti pentingnya mempelajari sistem kesejahteraan anak yang diterapkan di negara lain.

“Kesejahteraan anak-anak di Australia bisa kita pelajari dari situ. UNICEF langsung membantu kami untuk melihat program-program mana yang baik untuk diimplementasikan di Kota Kupang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Trending di Hukum