Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

badge-check


					Suasana Diskusi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Diskusi. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Sejumlah aktivis, akademisi, jurnalis, dan pegiat literasi menggelar diskusi bertajuk “Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan” sekaligus bedah buku Reset Indonesia di Aula St. Hendrikus, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi WALHI NTT, Diam Kreatif, PIKUL, Program Studi Ilmu Pemerintahan Unwira, serta sejumlah mitra lainnya. Diskusi digelar sebagai ruang refleksi terhadap makna kemerdekaan sekaligus membahas berbagai persoalan pembangunan, demokrasi, lingkungan, ketimpangan, serta hubungan pemerintah pusat dan daerah.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dandhy Laksono selaku penulis riset Indonesia sekaligus sutradara film Pesta Babi, Yovensius S. Nonga selaku Direktur WALHI NTT, Torry Kuswardono selaku Direktur Eksekutif PIKUL, Maximianus Ardon Bidi selaku dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan Unwira, Novemy Leo dari Pos Kupang, serta Benaya Harobu selaku penulis riset dan videografer.

Dandhy Laksono menyoroti sejumlah persoalan struktural di Indonesia, mulai dari ketimpangan penguasaan tanah, ketahanan pangan, biodiversitas, sistem politik, hingga perlindungan sosial.

Menurut Dandhy, persoalan agraria harus menjadi salah satu perhatian utama. Masyarakat yang memiliki tanah, kata dia, seharusnya tidak kehilangan akses terhadap tanah hingga akhirnya menjadi buruh.

“Orang kalau punya tanah, dia siap-siap jadi buruh,” kata Dandhy.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga biodiversitas dalam pengelolaan dan redistribusi tanah. Menurutnya, kebijakan agraria tidak hanya berbicara mengenai kepemilikan tanah, tetapi juga harus mempertahankan ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat.

Dandhy turut mengkritik sistem pertanian yang dinilai semakin membuat petani bergantung pada kebutuhan produksi industri, seperti benih, pupuk, dan obat-obatan.

“Pertanian dulu adalah gratis, dan sekarang pertanian dan investasi harus beli benih, harus beli pupuk,” ujarnya.

Selain persoalan agraria dan pertanian, Dandhy mengusulkan gagasan Universal Basic Income (UBI) sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial.

“Kami punya usul tentang universal basic income. Sudah tidak usah berhenti bagi-bagi bansos, PKH, dan segala macam,” katanya.

Menurut Dandhy, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.

“Setelah cukup dijamin, pendidikan itu pasti kita akan menaikkan kualitas,” katanya.

Dandhy juga menyoroti hubungan pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut gagasan mengenai federalisme dan penguatan kewenangan daerah mulai kembali menjadi pembicaraan.

“Daerah-daerah federalis ini sudah mulai menjadi mainstream,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Trending di Nasional