Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Daerah

KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores

badge-check


					Pemberian Bantuan Kepada masyarakat oleh KPA. Foto: Dok. KPA/ Perbesar

Pemberian Bantuan Kepada masyarakat oleh KPA. Foto: Dok. KPA/

Ia menjelaskan, GESLA lahir sebagai respons terhadap krisis multidimensi yang semakin terasa sejak pandemi COVID-19. Pada saat itu, banyak buruh menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan, sementara masyarakat juga mengalami kesulitan memperoleh pangan sehat dengan harga terjangkau. Di sisi lain, petani dan produsen pangan di desa menghadapi persoalan dalam memasarkan hasil produksinya.

Dalam situasi normal, kata Honorarius, Lumbung Agraria menjadi bagian dari upaya membangun badan usaha ekonomi berbasis koperasi yang mendistribusikan dan memasarkan hasil produksi petani dan anggota serikat kepada masyarakat dengan prinsip keadilan, solidaritas, kemandirian, dan keberlanjutan.

Konsep tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Desa Maju Reforma Agraria (Damara) yang dikembangkan oleh anggota KPA, organisasi tani, dan masyarakat adat.

“Damara mendorong masyarakat menata dan memperkuat penguasaan, penggunaan, pengusahaan tanah, produksi, distribusi, hingga konsumsi berdasarkan kebutuhan dan inisiatif masyarakat,” jelasnya.

Masyarakat Penerima GESLA. Foto: Dok. KPA/

Dalam merespons bencana gempa di Flores, bantuan melalui GESLA terlaksana atas dukungan sejumlah anggota KPA di NTT, yakni Wahana Tani Mandiri (WTM), PBH Nusra, Sunspirit, Persatuan Masyarakat Adat Tana Bu (PMATB), Perjuangan Masyarakat Tonggurambang, dan Gerakan Muda Reforma Agraria Nangahale.

Yohanes Mere Mea, salah seorang warga Tonggurambang, Kabupaten Nagekeo, menyampaikan apresiasi kepada KPA atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

“Kami sangat membutuhkan bantuan untuk proses pemulihan akibat gempa Flores. KPA sudah sangat membantu kami melalui bantuan sembako yang luar biasa ini,” katanya.

Ia berharap solidaritas dan perhatian terhadap masyarakat korban gempa terus berlanjut hingga proses pemulihan kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik.(*)

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan

12 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia

11 Oktober 2026 - 14:47 WIB

FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja

9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Trending di Pendidikan