Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Daerah

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

badge-check


					Penyampaian Capaian Dasa Cita oleh Gubernur NTT. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Penyampaian Capaian Dasa Cita oleh Gubernur NTT. Foto: Dok. Yanto/

Kontribusi Pertanian 2024, Menjadi tulang punggung ekonomi NTT dengan menyerap sekitar 2,3 juta tenaga kerja dan berkontribusi 28,9 persen terhadap PDRB. Potensi Lahan Kering: NTT memiliki potensi lahan kering seluas 1,8 juta hektare untuk menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia. Indikator Pertanian (2025): Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 101,4, Indeks Ketahanan Pangan 76,2, dan Skor Pola Pangan Harapan 79,3. Kekuatan Kelembagaan & Fasilitas Pertanian: Sektor ini ditopang oleh 36.678 kelompok tani (sekitar 70% kelas pemula), 3.167 penyuluh yang melayani 3.442 desa/kelurahan, serta 11.940 unit alat dan mesin pertanian (alsintan). Penghargaan Nasional: Capaian sektor pertanian ini memperoleh PIN Emas Swasembada Pangan Nasional dari Kementerian Pertanian.

Target Sawah Rakyat 2026, Target Pencetakan Sawah Rakyat seluas 4.634,79 hektare untuk menggenjot produksi dan kesejahteraan petani:

Lonjakan Populasi Ternak Sapi: Populasi sapi melonjak dari 582 ribu ekor (2023) menjadi 778 ribu ekor (2026). Pengiriman Sapi Keluar Daerah: Per 22 Juli 2026, 43 ribu ekor sapi telah dikirim ke luar wilayah NTT. Pertumbuhan Ternak Lainnya (Hingga 2026): Kerbau naik dari 66 ribu menjadi 94 ribu ekor. Kambing naik dari 370 ribu menjadi 480 ribu ekor. Ayam pedaging melesat dari 16,32 juta menjadi 21,24 juta ekor. Babi kembali pulih mencapai 1,09 juta ekor. Pengendalian Demam Babi Afrika (African Swine Fever / ASF): Peningkatan kesiapsiagaan di 22 kabupaten/kota dengan alokasi 14.500 dosis vaksin (2025), desinfektan, alat uji cepat, dan dampingan biosekuriti. Status Bebas PMK: NTT sukses mempertahankan status Bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan nol kasus. Penurunan Kasus Rabies: Kasus gigitan ditekan 25 persen pada dua bulan pertama. Kematian akibat rabies turun dari 46 jiwa (2024), menjadi 30 jiwa (2025), hingga menyisakan 8 jiwa (pertengahan 2026).

Capaian Vaksinasi Hewan (2025): Vaksinasi berhasil menjangkau 299.508 hewan, dibarengi persiapan vaksinasi massal di Pulau Timor dan pemetaan risiko lewat pendekatan One Health. Modernisasi Peternakan: Penerapan 10 sistem pelayanan dan informasi veteriner berbasis digital, penyaluran bantuan kambing, serta hilirisasi produk lokal seperti Se’i KIKIKAKA di Desa Bolok. Kenaikan Produksi Perikanan Tangkap: Meningkat dari 87 ribu ton (2024) menjadi hampir 96 ribu ton (2025), didukung regulasi penangkapan terukur, rantai dingin, dan distribusi 2.000 unit coolbox (2026). Kinerja Perikanan Budidaya: Mencapai 18.583 ton (2024) dan 18.057 ton (2025), dengan realisasi triwulan I-2026 menyentuh 13,99 persen dari total produksi tahun sebelumnya. Komoditas Unggulan Rumput Laut: Memasok produksi sebesar 1.248.126 ton (2025) yang disokong industri pengolahan di Kabupaten Kupang dan Sumba Timur, serta reaktivasi fasilitas di Sabu Raijua dan Pulau Semau. Pertumbuhan Garam Rakyat: Mengalami kenaikan produksi dari angka 15.793 ton pada tahun sebelumnya.

Target Produksi Sektor Unggulan: Target produksi diproyeksikan mencapai 20.542 ton pada tahun 2025. Pengembangan Wilayah Khusus: Melakukan pengembangan kawasan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao. Strategi Hilirisasi Ekonomi: Hilirisasi diperkuat melalui program OVOP (One Village One Product) dan OCOP (One Community One Product). Fokus Penguatan Kapasitas: Meliputi pelatihan pengolahan, penyediaan sarana pengemasan, sarana penyimpanan, serta penguatan UMKM pesisir di Belu, Malaka, dan Flores Timur. Arah Dasa Cita Pertama: Membangun rantai ekonomi dari hulu hingga hilir agar hasil ladang, ternak, dan laut NTT menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores

22 Agustus 2026 - 16:28 WIB

KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores

22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Trending di Hukum