Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di Alun-Alun Kota Kupang didasarkan pada pengalaman panitia angkatan 2022–2023 yang sebelumnya melakukan penggalangan dana di sejumlah titik keramaian, termasuk di depan Kantor Gubernur, namun tidak diizinkan menampilkan tarian. Karena itu, panitia tahun ini terlebih dahulu mengurus perizinan kepada RT setempat dan Polsek terdekat agar kegiatan dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu pengguna jalan.
Yoyakim juga mengungkapkan rasa bangganya atas solidaritas yang ditunjukkan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak hanya anggota aktif, tetapi juga senior, alumni, hingga mahasiswa Papua yang belum bergabung di FOKMAP-NTT turut memberikan dukungan.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih atas kegiatan hari ini karena kerja sama kolektif yang baik dan kompak. Walaupun bukan anggota sah, senior, alumni, bahkan kawan-kawan Papua dari luar yang belum bergabung di FOKMAP-NTT memiliki kepedulian yang luar biasa,” katanya.












