KupangTimurInsight, Kupang – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Glen Rezy Snae, menilai berbagai program pemerintah yang diberikan kepada masyarakat belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi rakyat.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT usai mengikuti aksi demonstrasi di Bundaran El Tari, Kota Kupang, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, mahasiswa melihat berbagai program pemerintah sebagai catatan kritis yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Tentu kalau dari kami, terkhususnya selaku mahasiswa, kami melihat ini sebagai catatan kritis. Setiap program yang dilahirkan, setiap program yang diberikan kepada masyarakat, kami dari mahasiswa menilai tidak menyentuh akar persoalan dari masyarakat hari ini. Oleh sebab itu, perlu adanya evaluasi total,” ujarnya.
Ia mengatakan, evaluasi terhadap program pemerintah perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan anggaran negara benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Evaluasi berkala dan evaluasi total kepada program-program yang kami pikir tidak menjadi kebutuhan daripada rakyat hari ini,” katanya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketua BEM Undana mempertanyakan kesesuaian antara anggaran yang dikeluarkan pemerintah dengan manfaat yang diterima masyarakat.
“Kalau anggaran yang dikeluarkan sebanding tidak dengan manfaat yang diberikan kepada rakyat, saya pikir tidak. Anggaran APBN yang dikeluarkan itu tentu harus menyentuh seluruh masyarakat, elemen masyarakat yang ada. Namun ini ditargetkan kepada beberapa elemen saja,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena program MBG dilaksanakan di tengah berbagai keterbatasan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat Indonesia.
“MBG ini dilahirkan dengan segala bentuk keterbatasan yang ada, keterbatasan yang dimiliki oleh rakyat Indonesia hari ini,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya memiliki kekhawatiran, tetapi juga keresahan terhadap penggunaan anggaran negara yang dinilai belum tepat sasaran.
“Kalau bicara soal kekhawatiran, kami selaku mahasiswa bukan saja memiliki kekhawatiran, keresahan pun kami ada. Kami merasa terganggu terkait dengan hal tersebut. Sehingga dalam setiap momen atau panggung kami selalu menyampaikan bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan itu tidak tepat pada sasarannya,” ujarnya.












