Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Nelayan Pulau Kera Ungkap Kondisi Tangkapan dan Aktivitas Melaut

Suara Mahasiswa

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

badge-check


					Suasana Diskusi Mahasiswa Unwira Kupang. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Diskusi Mahasiswa Unwira Kupang. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, menggelar diskusi bertajuk “Makanan Bersisi Gelap (MBG)” di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (BEMPS IPM) FISIP Unwira, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang digelar melalui program Lapak Baca Narasi, Eksplorasi, Referensi, Aksi, Kolaborasi, dan Aspirasi (NERAKA) tersebut melibatkan mahasiswa semester 3 hingga semester 7. Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta menyampaikan pandangan yang berbeda terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Sejumlah peserta menilai NTT belum membutuhkan MBG karena pelaksanaannya dinilai berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Sementara peserta lainnya berpandangan bahwa MBG dan KDMP merupakan program yang sesuai dengan tujuan konstitusi, namun persoalan utamanya berada pada sistem kabinet dan pengelolaan program yang perlu dibenahi.

Pemantik diskusi, Gres Weru Malana, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mempertemukan berbagai gagasan mahasiswa dalam melihat persoalan MBG dari perspektif ilmu pemerintahan, khususnya implementasi kebijakan publik.

“Diskusi hari ini ingin mempertemukan gagasan teman-teman untuk membedah berbagai persoalan di balik program Makan Bergizi Gratis,” ujar Gres.

Menurutnya, MBG yang mulai berjalan secara nasional merupakan program dengan skala anggaran dan pelaksanaan yang besar. Karena itu, mahasiswa perlu melihat apakah kebijakan tersebut benar-benar menjawab persoalan masyarakat dan menyasar kelompok yang membutuhkan.

“Skalanya sangat besar. Pertanyaannya, apakah anggaran dan pelaksanaan program ini benar-benar menjawab tujuan kebijakan serta kebutuhan masyarakat?” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Ketua BEM Undana Kupang Soroti Program Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat

27 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kordum Aliansi NTT Menggugat Tegaskan Tolak MBG dan KDMP

27 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Trending di Suara Mahasiswa