Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan

badge-check


					Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (FOKMAP) NTT, Yoyakim. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (FOKMAP) NTT, Yoyakim. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (FOKMAP) NTT, Yoyakim Yando,saat di temui wartawan Kupang Timur INSIGHT.COM di Kupang, Selasa (09/06/2026). Memberikan apresiasi tinggi terhadap terpilihnya Yali Faryon sebagai Ketua LMID Kupang. Bagi Yando, momen ini merupakan kesempatan strategis untuk merangkul teman-teman sesama aktivis, baik dari organisasi luar maupun internal FOKMAP-NTT sendiri, guna membangun kolaborasi yang lebih solid.

‎”Saya sangat bangga karena ketua yang baru terpilih adalah wakil ketua saya sendiri di FOKMAP-NTT. Dulu, organisasi kami mungkin tidak terlalu dikenal luas, tetapi bagi orang Papua, ini adalah momentum penting untuk merangkul kekuatan,” jelas Yoyakim Yando.

‎Yoyakim Yando, menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terhadap isu Papua. Ia menilai, banyak pihak yang bersuara tentang hak-hak masyarakat Papua hanya berdasarkan informasi dari media, tanpa pernah melihat kondisi riil di lapangan.

‎”Di satu sisi, ini memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar. Teman-teman di sini sering bersuara, tetapi tidak pernah melihat langsung kondisi riil yang ada di Papua. Mereka hanya melihat lewat media kemudian bersuara,” ujarnya.

‎Melalui ini, Ia berharap dapat membuka ruang diskusi yang lebih substantif untuk mengangkat hak-hak masyarakat Papua yang sering dirampas, baik di tanah Papua maupun di berbagai wilayah Indonesia lainnya. “Kami tentunya bekerja sama dan kompak dengan setiap organisasi. Ini adalah salah satu cara untuk membuat kita belajar kepemimpinan dan sekaligus mengangkat hak-hak kami di tanah Papua,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa