KupangTimurInsight, Kupang – Pengawas SPBU Oesapa, Jemi Tefa, menegaskan bahwa pihaknya melarang pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke dalam jeriken di SPBU Oesapa, Kota Kupang. Penegasan tersebut disampaikan menyusul keberadaan pedagang BBM eceran di pinggir jalan saat antrean kendaraan di sejumlah SPBU meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Hal tersebut disampaikan Jemi saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor SPBU Oesapa, Senin (12/10/2026). Ia menyatakan bahwa SPBU Oesapa tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan jeriken untuk dijual kembali secara eceran.
“Di SPBU ini, kami tidak melayani pengisian BBM ke dalam jeriken. Pedagang yang menjual BBM eceran di pinggir jalan kemungkinan mendapatkannya dari tempat lain. Kami melarang keras pengisian menggunakan jeriken,” tegasnya.
Terkait pasokan Pertalite, Jemi menjelaskan bahwa jumlah BBM yang diterima SPBU bergantung pada permintaan yang diajukan kepada pihak penyalur. Ia menyebutkan bahwa permintaan pasokan biasanya mencapai 32 kiloliter (KL).
“Jumlah pasokan bergantung pada permintaan yang kami ajukan kepada pihak penyalur,” katanya.
Meski terjadi peningkatan antrean kendaraan, ia memastikan stok BBM di SPBU Oesapa masih aman. Menurutnya, kepadatan antrean juga dipengaruhi oleh banyaknya konsumen yang memilih mengisi BBM di SPBU tersebut.
“Stok BBM di SPBU ini masih aman,” ujarnya.
Jemi memperkirakan antrean kendaraan dapat kembali normal dalam dua hingga tiga hari, bergantung pada kelancaran distribusi BBM. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan kapal pengangkut BBM menuju Pelabuhan Tenau, Kupang, berdampak pada pasokan ke sejumlah SPBU.
“Sebelumnya, kondisi antrean masih normal. Namun, tiba-tiba jumlah kendaraan meningkat dan antrean menjadi panjang,” katanya.












