Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Daerah

SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan

badge-check


					Suasana antrean masyarakat untuk membeli BBM di SPBU. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana antrean masyarakat untuk membeli BBM di SPBU. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Pengawas SPBU Oesapa, Jemi Tefa, menegaskan bahwa pihaknya melarang pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke dalam jeriken di SPBU Oesapa, Kota Kupang. Penegasan tersebut disampaikan menyusul keberadaan pedagang BBM eceran di pinggir jalan saat antrean kendaraan di sejumlah SPBU meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Hal tersebut disampaikan Jemi saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di kantor SPBU Oesapa, Senin (12/10/2026). Ia menyatakan bahwa SPBU Oesapa tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan jeriken untuk dijual kembali secara eceran.

“Di SPBU ini, kami tidak melayani pengisian BBM ke dalam jeriken. Pedagang yang menjual BBM eceran di pinggir jalan kemungkinan mendapatkannya dari tempat lain. Kami melarang keras pengisian menggunakan jeriken,” tegasnya.

Terkait pasokan Pertalite, Jemi menjelaskan bahwa jumlah BBM yang diterima SPBU bergantung pada permintaan yang diajukan kepada pihak penyalur. Ia menyebutkan bahwa permintaan pasokan biasanya mencapai 32 kiloliter (KL).

“Jumlah pasokan bergantung pada permintaan yang kami ajukan kepada pihak penyalur,” katanya.

Meski terjadi peningkatan antrean kendaraan, ia memastikan stok BBM di SPBU Oesapa masih aman. Menurutnya, kepadatan antrean juga dipengaruhi oleh banyaknya konsumen yang memilih mengisi BBM di SPBU tersebut.

“Stok BBM di SPBU ini masih aman,” ujarnya.

Jemi memperkirakan antrean kendaraan dapat kembali normal dalam dua hingga tiga hari, bergantung pada kelancaran distribusi BBM. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan kapal pengangkut BBM menuju Pelabuhan Tenau, Kupang, berdampak pada pasokan ke sejumlah SPBU.

“Sebelumnya, kondisi antrean masih normal. Namun, tiba-tiba jumlah kendaraan meningkat dan antrean menjadi panjang,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia

11 Oktober 2026 - 14:47 WIB

FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja

9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas

8 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Daerah