Menanggapi berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa Papua di perantauan, Yoyakim Yando, menegaskan bahwa keterbatasan sumber daya bukanlah halangan. Justru, melalui kebersamaan, mereka bisa belajar banyak hal untuk mengatasi tantangan tersebut.
”Ya, kita mengangkat hak-hak kami dengan demonstrasi untuk menyampaikan isi hati dan keresahan-keresahan mahasiswa Papua yang ada di NTT,” tegasnya.
Harapan FOKMAP-NTT tidak hanya terbatas pada isu di NTT, tetapi juga mencakup segala bentuk ketimpangan yang terjadi. Dengan mengajak organisasi lain untuk bekerja sama, mereka bertujuan berjuang bersama memenangkan hak-hak dasar masyarakat.
Yoyakim Yando, juga menaruh harapan agar besar terhadap pengalaman dan kapasitas yang dimiliki Yali Faryon di LMID dapat dikembangkan dan diaplikasikan dalam gerakan FOKMAP-NTT serta mahasiswa Papua pada umumnya.
”Ketua terpilih tentu akan membawa apa yang dia pelajari di LMID untuk dikembangkan di FOKMAP-NTT, mengingat beliau adalah wakil saya di organisasi ini,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa Kupang sebagai tempat studi harus menjadi ruang bagi mahasiswa Papua untuk bersatu. FOKMAP-NTT, bersama LMID Kota Kupang dan elemen organisasi mahasiswa lainnya, berupaya merangkul semua mahasiswa Papua untuk berdiskusi dan menganalisis situasi terkini, baik di NTT maupun di Kupang.
”Itu harapan kami dari FOKMAP-NTT,” tutup Yoyakim Yando.(*)
Kontributor: Yanto












