Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Nelayan Pulau Kera Ungkap Kondisi Tangkapan dan Aktivitas Melaut

Daerah

Nelayan Pulau Kera Ungkap Kondisi Tangkapan dan Aktivitas Melaut

badge-check


					Nelayan Pulau Kera, Awi Talla. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Nelayan Pulau Kera, Awi Talla. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Nelayan Pulau Kera, Awi Talla, mengatakan hasil tangkapan nelayan dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Namun, kondisi tersebut belum dirasakan secara merata oleh seluruh nelayan karena hasil tangkapan bergantung pada lokasi penangkapan atau spot masing-masing.

“Penghasilannya cukup meningkat, tapi ada juga sebagian yang tidak meningkat. Masing-masing punya spot atau lokasi mancing tersendiri,” kata Awi Talla saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di Pangkalan Nelayan Oeba, Kota Kupang, Minggu (6/9/2026) pagi.

Menurut Awi, nelayan Pulau Kera memiliki sejumlah aktivitas penangkapan ikan. Sebagian nelayan secara khusus menangkap ikan tuna dan cakalang, sementara lainnya menangkap ikan dasar. Perubahan hasil tangkapan dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, paling dirasakan pada jenis ikan tuna dan cakalang.

Terkait kondisi laut, Awi mengatakan perubahan suhu dan warna air, arus, gelombang, serta angin merupakan kondisi yang biasa dihadapi nelayan dan sangat dipengaruhi oleh musim.

“Kalau perubahan suhu air sampai perubahan warna air, itu sudah tergantung musim juga. Kalau musim panas, airnya agak keruh karena pengaruh angin yang kencang,” jelasnya.

Mengenai fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi panas dan kering serta perubahan cuaca, Awi mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas nelayan. Menurutnya, nelayan tetap berupaya melaut ketika kondisi cuaca masih memungkinkan, namun memilih tidak melaut apabila cuaca dinilai membahayakan keselamatan.

“Cukup mengganggu juga karena panas. Terkait perubahan cuaca ekstrem, tergantung cuacanya. Kalau memang cuacanya memungkinkan untuk bisa melaut, ya dipaksakan untuk melaut,” ujarnya.

“Kalau memang benar tidak bisa melaut, kita tidak pergi melaut,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas

8 September 2026 - 16:02 WIB

SPBU Oesapa Pastikan Stok BBM Aman

3 September 2026 - 15:53 WIB

Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores

22 Agustus 2026 - 16:28 WIB

KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores

22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Trending di Daerah