KupangTimurInsight, Kupang – Nelayan Pulau Kera, Awi Talla, mengatakan hasil tangkapan nelayan dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Namun, kondisi tersebut belum dirasakan secara merata oleh seluruh nelayan karena hasil tangkapan bergantung pada lokasi penangkapan atau spot masing-masing.
“Penghasilannya cukup meningkat, tapi ada juga sebagian yang tidak meningkat. Masing-masing punya spot atau lokasi mancing tersendiri,” kata Awi Talla saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.com di Pangkalan Nelayan Oeba, Kota Kupang, Minggu (6/9/2026) pagi.
Menurut Awi, nelayan Pulau Kera memiliki sejumlah aktivitas penangkapan ikan. Sebagian nelayan secara khusus menangkap ikan tuna dan cakalang, sementara lainnya menangkap ikan dasar. Perubahan hasil tangkapan dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, paling dirasakan pada jenis ikan tuna dan cakalang.
Terkait kondisi laut, Awi mengatakan perubahan suhu dan warna air, arus, gelombang, serta angin merupakan kondisi yang biasa dihadapi nelayan dan sangat dipengaruhi oleh musim.
“Kalau perubahan suhu air sampai perubahan warna air, itu sudah tergantung musim juga. Kalau musim panas, airnya agak keruh karena pengaruh angin yang kencang,” jelasnya.
Mengenai fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi panas dan kering serta perubahan cuaca, Awi mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas nelayan. Menurutnya, nelayan tetap berupaya melaut ketika kondisi cuaca masih memungkinkan, namun memilih tidak melaut apabila cuaca dinilai membahayakan keselamatan.
“Cukup mengganggu juga karena panas. Terkait perubahan cuaca ekstrem, tergantung cuacanya. Kalau memang cuacanya memungkinkan untuk bisa melaut, ya dipaksakan untuk melaut,” ujarnya.
“Kalau memang benar tidak bisa melaut, kita tidak pergi melaut,” lanjutnya.












