Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Nelayan Pulau Kera Ungkap Kondisi Tangkapan dan Aktivitas Melaut

Daerah

Nelayan Pulau Kera Ungkap Kondisi Tangkapan dan Aktivitas Melaut

badge-check


					Nelayan Pulau Kera, Awi Talla. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Nelayan Pulau Kera, Awi Talla. Foto: Dok. Yanto/

Selain cuaca, Awi mengeluhkan keberadaan sampah plastik di wilayah perairan yang menjadi lokasi penangkapan ikan. Menurutnya, sampah plastik kerap tersangkut pada baling-baling perahu sehingga mengganggu aktivitas nelayan dan memaksa mereka menghentikan perjalanan untuk membersihkannya.

“Sampah plastik itu sangat mengganggu nelayan. Sering nyangkut di baling-baling. Kita harus lompat lagi untuk melepaskannya,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan sampah di laut juga dapat memengaruhi aktivitas penangkapan ikan. Berdasarkan pengalamannya, sampah paling banyak ditemukan di wilayah pesisir, sedangkan di bagian tengah laut relatif lebih jarang.

“Di pesisir saja. Kalau di tengah-tengah lautan, itu jarang terdapat sampah,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, nelayan juga harus menghadapi kenaikan biaya operasional, terutama akibat meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Awi mengatakan kenaikan biaya operasional tidak dapat dihindari karena kebutuhan nelayan saat melaut harus disesuaikan dengan kondisi dan jarak penangkapan.

“Kalau kenaikan ongkos operasional, sudah pasti. Bukan hanya soal jarak, tapi juga karena kondisi sekarang. BBM juga sedang naik. Mau tidak mau, biaya operasional harus dinaikkan,” ucapnya.

Meski biaya operasional meningkat, Awi mengatakan pendapatan nelayan saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kalau pendapatan terhadap kebutuhan, mencukupi saja,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas

8 September 2026 - 16:02 WIB

SPBU Oesapa Pastikan Stok BBM Aman

3 September 2026 - 15:53 WIB

Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores

22 Agustus 2026 - 16:28 WIB

KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores

22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Trending di Daerah