Sementara itu, Jhon Oematan dari Fraksi Golkar mengatakan aksi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana di Flores.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat NTT maupun warga dari provinsi lain yang telah memberikan dukungan moril dan materil, termasuk pihak-pihak yang telah turun langsung membantu masyarakat terdampak.
“Kami berharap musibah dan penderitaan saudara-saudara kami di Pulau Flores dapat segera ditangani dan diselesaikan,” katanya.
Padaa kesempatan yang sama, Koordinator BEM Nusantara (BEMNUS) NTT, Andy Sanjaya, mengatakan aksi seribu lilin digelar sebagai bentuk solidaritas bersama terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Menurutnya, aksi tersebut menjadi pesan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri karena mendapat dukungan dari masyarakat di berbagai wilayah NTT.
“Flores tidak sendiri. Flores masih bersama-sama dengan Kupang, Sumba, Alor, Sabu, Rote, dan juga Pulau Timor,” kata Andy.
Ia menambahkan, penyalaan seribu lilin merupakan simbol duka cita dan doa bersama bagi masyarakat yang menjadi korban bencana di Flores.
“Kami dari BEMNUS NTT menyatakan sikap dengan tegas bahwa bencana yang terjadi di Flores harus mendapat perhatian serius. Kami menuntut pemerintah pusat menetapkan bencana di Flores sebagai bencana nasional,” tegasnya.
Kontributor: Yanto












