Dicky menegaskan, apabila salah satu jenis BBM habis, kondisi tersebut tidak berarti seluruh stok BBM di SPBU kosong. Pengisian kembali dilakukan setelah pasokan berikutnya tiba.
“Kalau ada yang habis, bukan berarti semua BBM habis. Misalnya solar atau Pertalite habis, pasokan berikutnya akan tersedia pada hari Senin. Jadi, kalau ada informasi bahwa di tempat lain BBM habis, masyarakat bisa mendapatkan BBM di sini karena stok di sini tetap tersedia,” ungkapnya.
Sementara terkait pelayanan pengisian BBM bagi kendaraan roda dua maupun kendaraan lainnya, Dicky mengatakan pihak SPBU tidak menghadapi kendala berarti dalam hal ketersediaan pasokan. Persoalan yang terkadang muncul justru berkaitan dengan antrean. Beberapa pengendara disebut mencoba menerobos antrean karena tidak ingin menunggu terlalu lama.
“Terkadang ada pengendara yang tidak ingin menunggu terlalu lama karena antrean panjang, sehingga mencoba menerobos antrean. Kami kemudian menyampaikan dengan baik agar mereka tetap mengikuti antrean. Kalau untuk kendala pelayanan dan ketersediaan BBM tidak ada, hanya persoalan antrean karena ada yang ingin masuk lebih dulu,” katanya.
Dicky menambahkan, pasokan BBM dari depot ke SPBU selama ini tetap berjalan. Pihaknya juga berupaya menjaga agar stok tidak sampai benar-benar terputus dengan melakukan pemesanan kembali sebelum persediaan habis.
“Pasokan dari depot ke SPBU selama ini tetap berjalan. Ketika stok masih tersedia, kami sudah melakukan pemesanan kembali. Jadi, sebelum stok habis, pasokan berikutnya sudah disiapkan. Dengan begitu, stok BBM tetap terjaga dan tidak sampai terputus,” pungkasnya. (*)
Kontributor: Yanto












