Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Nasional

FKPTT Adukan Akun Media Sosial ke Polda NTT Terkait Tuduhan Monopoli Program MBG

badge-check


					Foto Bersama FKPTT usai membuat laporan Polisi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama FKPTT usai membuat laporan Polisi. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Polemik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru. Ketua Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT), Eurico Guterres, S.E., M.M., bersama jajaran pengurus secara resmi mengadukan akun media sosial berinisial “DT” ke Polda NTT, Senin (08/06/2026).

Pengaduan tersebut dilakukan setelah beredarnya unggahan di salah satu grup Facebook yang menuding adanya yayasan yang dikendalikan oleh “oknum eks Tim-Tim” yang menguasai distribusi Program MBG dari hulu hingga hilir. Dalam unggahan tersebut tertulis, “KAJATI AYO TANGKAP. DI NTT PARA MAFIA TITIK MBG DAN MAFIA YAYASAN MONOPOLI HULU SAMPAI HILIR ADALAH OKNUM EKS TIM2.”

Eurico Guterres menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Polda NTT bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, melainkan untuk berdiskusi dan meminta penjelasan terkait isu yang berkembang di media sosial.

“Kami datang ke Polda bukan untuk aksi, tetapi untuk silaturahmi, berdiskusi, dan tukar pikiran dengan teman-teman di Polda tentang isu-isu yang cukup liar di media sosial,” ujarnya.

Menurut Eurico, penggunaan istilah “oknum” dalam narasi tersebut justru membangun persepsi negatif terhadap seluruh komunitas eks Timor Timur di NTT.

“Jika sudah membicarakan oknum, orang selalu berlindung di balik kata itu. Tetapi masalahnya, narasi yang dibangun seolah-olah oknum-oknum eks Tim-Tim menguasai program MBG dari hulu sampai hilir. Ini sama halnya dengan menggiring opini untuk membuat orang membenci kami,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan logika dari tuduhan tersebut. Menurutnya, apabila benar ada mafia yang menguasai Program MBG, maka mustahil tidak diketahui oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaannya.

“Apakah mereka semua tutup mata? Ini tidak masuk akal,” katanya, merujuk pada peran gubernur, bupati, wali kota, aparat kepolisian, TNI, hingga pemerintah desa.

FKPTT meminta kepolisian menelusuri dan memanggil pihak yang menyebarkan informasi tersebut agar dapat memberikan klarifikasi secara terbuka.

“Tolong Pak Polisi bantu kami cari siapa yang bicara di media sosial itu. Jika benar, kenapa tidak sebut nama saja? Katakanlah oknum yang dimaksud itu Eurico Guterres, misalnya. Supaya aparat penegak hukum, polisi, jaksa, dan KPK bisa memanggil saya untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Warga Padati CFD Kupang, Sambut Kehadiran Jokowi dengan Antusias

1 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Trending di Nasional