Menu

Mode Gelap
Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua Serangan Jantung Kini Mengintai Generasi Muda NTT

Nasional

FKPTT Adukan Akun Media Sosial ke Polda NTT Terkait Tuduhan Monopoli Program MBG

badge-check


					Foto Bersama FKPTT usai membuat laporan Polisi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama FKPTT usai membuat laporan Polisi. Foto: Dok. Yanto/

Ia menegaskan bahwa komunitas eks Tim-Tim terdiri dari berbagai latar belakang profesi yang selama ini hidup dan bekerja di NTT.

“Jangan karena perbuatan satu dua orang, semua nama rusak. Organisasi yang saya pimpin mewadahi eks Tim-Tim. Jangan giring opini yang belum tentu benar tapi mengundang kebencian,” katanya.

FKPTT juga meminta agar pihak yang menyebarkan informasi tersebut dipanggil ke Polda NTT dan memberikan penjelasan di hadapan publik apabila tidak dapat membuktikan tuduhannya.

“Jika dia tidak bisa membuktikan, dia harus minta maaf. Supaya masyarakat eks Tim-Tim di NTT tahu bahwa tuduhan itu tidak berdasar,” tambah Eurico.

Dalam kesempatan tersebut, Eurico juga menyinggung kondisi politik nasional. Ia menyebut masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Belu, telah memberikan dukungan besar kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

“Orang NTT tidak tersinggung karena kami menaruh harapan besar kepada Presiden. Maka, jangan rusak nama baik beliau. Narasi hoaks ini seolah-olah oknum tersebut adalah orang-orang dekat Presiden. Siapa orang dekat Presiden di sini? Kalau ada, panggil supaya nama Presiden tidak tercoreng,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Presiden telah berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Mau dekat saya atau tidak, kalau ada masalah hukum, proses.”

Ketua Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT), Eurico Guterres, S.E., M.M. Foto: Dok. Yanto/

Karena itu, ia meminta agar stigma terhadap masyarakat eks Tim-Tim dihentikan agar tidak mengganggu pelaksanaan Program MBG yang dinilai memiliki tujuan baik bagi masyarakat.

Meski datang dengan pendekatan persuasif, Eurico turut menyoroti penanganan sejumlah kasus yang menurutnya belum mendapat perhatian maksimal, termasuk kasus keracunan makanan dan penangkapan sejumlah kepala daerah terkait dugaan korupsi.

“Pak Presiden bilang ikan busuk dari kepala. Kalau kepalanya sudah kena, kenapa aparat masih takut? Kenapa masih menunggu laporan? Dapur-dapur itu sudah diperbaiki atau belum?” tanyanya.

Ia memastikan masyarakat tidak akan mengambil tindakan di luar hukum dan tetap mempercayakan proses penanganan kepada aparat.

“Kami sudah bilang ke polisi, kalau kami cari sendiri, itu melawan hukum. Kami percaya pada aparat kepolisian kita yang luar biasa. Tugas polisi siber adalah menelusuri informasi supaya masyarakat tahu mana yang benar dan salah,” ujarnya.

Namun demikian, Eurico mengingatkan bahwa apabila persoalan tersebut tidak ditindaklanjuti, pihaknya akan mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami datang bukan untuk demo. Tapi kalau sampai tidak ditindaklanjuti, maka kami akan menyampaikan surat pemberitahuan untuk aksi dengan jumlah yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

Alarm Krisis Iklim dan Ruang Hidup Perempuan di NTT Mengemuka dalam Webinar Hari Lingkungan Hidup 2026

7 Juni 2026 - 18:01 WIB

Kuliah Umum di Stikom Uyelindo, Menko Pangan Tekankan Peran Mahasiswa IT dalam Ketahanan Pangan Nasional

15 Mei 2026 - 06:53 WIB

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

6 Mei 2026 - 05:01 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi