Junaidin mengatakan, sejak gempa bumi terjadi pada 15 Agustus 2026, pengurus PSI NTT telah turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memberikan pendampingan dan bantuan.
“Sejak gempa bumi terjadi pada 15 Agustus 2026, pada hari kedua, 16 Agustus, kami pengurus PSI, terutama dari DPW, terjun langsung ke lokasi atau tempat kejadian. Kemudian pada 17 Agustus, teman-teman dari DPP juga turun,” jelasnya.
Ia menyebut pengurus PSI berada di sejumlah titik terdampak selama kurang lebih dua minggu, mulai dari Labuan Bajo dan Manggarai Barat hingga Maumere, Kabupaten Sikka.
“Kurang lebih dua minggu kami berada di titik lokasi, mulai dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, sampai dengan Maumere, Sikka,” ungkap Junaidin.
Selain melakukan pendampingan di wilayah terdampak, PSI juga memberikan bantuan kepada mahasiswa asal daerah yang terdampak bencana dan saat ini berada di Kota Kupang.
Junaidin mengatakan bantuan tersebut diberikan karena sebagian mahasiswa kemungkinan mengalami kendala menerima biaya hidup dari orang tua mereka akibat kondisi bencana di daerah asal.
“Bahkan tadi kami bersama teman-teman pengurus PSI juga membagikan bingkisan atau bantuan kepada para mahasiswa yang daerah asalnya terdampak bencana,” katanya.












