Ia menambahkan, PSI masih melakukan pendataan terhadap mahasiswa asal daerah terdampak yang berada di Kota Kupang agar bantuan dapat diberikan sesuai dengan kemampuan organisasi.
“Kami yakin orang tua mereka sejak 15 Agustus sampai hari ini mungkin belum bisa mengirimkan biaya hidup. Karena itu, kami membantu meskipun jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.
Menurut Junaidin, pendataan mahasiswa terdampak masih terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen PSI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Saya kira kami masih akan mendata mahasiswa-mahasiswa yang terdampak karena memang ini merupakan kesepakatan kami di PSI agar terus membantu sesuai dengan kemampuan kami,” pungkasnya. (*)
Kontributor: Yanto












