Wartawan Pos Kupang, Novemy Leo, menilai pembangunan Indonesia perlu dilihat kembali dari perspektif masyarakat di daerah, bukan hanya dari pemerintah pusat.
“Kalau saya kaitkan dengan ini, sampai hari reset itu berarti apa? Memulai kebiasaan baru dan menjadikan pikiran segala terlapis,” ujarnya.
Menurutnya, gagasan tersebut penting untuk mendorong cara pandang baru terhadap pembangunan Indonesia.
“Buku ini mengajak pembangunan dengan memulai kebiasaan baru yang lebih baik untuk Indonesia dan rakyat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya desentralisasi kekuasaan dan memberikan ruang lebih besar kepada daerah dalam menentukan arah pembangunan.
“Buku ini membahas desentralisasi kekuasaan dan wacana federalisme,” ujarnya.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan setelah 81 tahun Indonesia berdiri. Berbagai pandangan yang disampaikan menempatkan pemerataan pembangunan, keadilan sosial, perlindungan lingkungan, penguatan daerah, dan demokrasi sebagai bagian penting dalam upaya membangun Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.(*)
Kontributor: Yanto











