Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

badge-check


					Suasana Diskusi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Diskusi. Foto: Dok. Yanto/

Ia menilai Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan keragaman sosial dan geografis yang kompleks. Karena itu, sistem pemerintahan perlu mempertimbangkan keberagaman tersebut.

Dandhy juga mengkritik model pembangunan yang terlalu berorientasi pada investasi dan proyek berskala besar. Menurutnya, pembangunan harus tetap memperhatikan hak masyarakat atas tanah, keberlanjutan lingkungan, biodiversitas, serta kepentingan masyarakat adat.

Sementara itu, penulis riset sekaligus videografer Benaya Harobu mengatakan keterlibatannya bersama Dandhy Laksono dalam perjalanan riset selama 420 hari di berbagai wilayah Indonesia membuat dirinya semakin memahami persoalan masyarakat di luar Pulau Jawa.

Benaya mengatakan sebelumnya pernah bekerja sebagai jurnalis di Malang selama sekitar 1,5 tahun. Namun, pengalaman tersebut membuatnya melihat bahwa kerja jurnalistik tidak cukup hanya menyampaikan cerita, tetapi juga perlu menghadirkan gagasan mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, perjalanan riset tersebut memperlihatkan adanya ketimpangan pembangunan antara Jawa dan daerah lainnya. Ia menilai banyak persoalan di daerah berkaitan dengan kebijakan pembangunan yang masih sangat bergantung pada keputusan dan anggaran pemerintah pusat.

Benaya juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang menurutnya belum selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hal yang tadinya akan dibangun di daerah, sudah dibangun di Jawa dari puluhan tahun sampai sekarang,” katanya.

Ia juga mempertanyakan pihak yang paling mendapatkan manfaat dari berbagai proyek pembangunan, termasuk ketika pembangunan justru berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Jadi kesehatan ini buat siapa? Kita belum bicara soal pekerjaan yang juga mematikan para pekerja-pekerja,” ujarnya.

Benaya mengajak peserta melihat persoalan pembangunan dari perspektif masyarakat di kawasan timur Indonesia, termasuk NTT. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi pemerataan pembangunan, keadilan sosial, dan pemenuhan hak masyarakat.

Direktur WALHI NTT, Yovensius S. Nonga, menilai pembangunan dan investasi di Nusa Tenggara Timur perlu memperhatikan perlindungan lingkungan serta keberadaan masyarakat lokal.

Menurut Yovensius, berbagai kebijakan pembangunan kerap menggunakan legitimasi investasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai dasar pengembangan wilayah. Namun, kebijakan tersebut tetap harus mempertimbangkan hak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau investasi masuk tetapi tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan, sementara masyarakat yang justru menanggung dampaknya, maka investasi seperti itu perlu dikritisi,” ujarnya.

Yovensius juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap nilai, budaya, serta pengetahuan masyarakat lokal yang telah berkembang secara turun-temurun.

“Rumah-rumah masyarakat yang selama ini dianggap sebagai rumah orang miskin justru memiliki kemampuan adaptasi terhadap situasi lingkungan yang tidak menentu. Pengetahuan masyarakat seperti ini seharusnya tidak diabaikan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Trending di Nasional