Sebelumnya, Wakil Rektor IV Universitas Nusa Cendana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan dan kesediaannya menerima pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa Kota Kupang menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Menurutnya, Universitas Nusa Cendana tidak hanya memiliki tugas menghasilkan lulusan, tetapi juga bertanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui visi World Class Locally Relevant University, Undana berkomitmen menjadikan potensi dan kebutuhan lokal sebagai landasan utama dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Philiphi menambahkan bahwa sebanyak 71 tim PKM yang terdiri atas dosen, guru besar, dan mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kota Kupang untuk menghadirkan solusi berbasis riset. Ia berharap seluruh tim mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati nilai-nilai budaya lokal, serta menghasilkan berbagai rekomendasi dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kota Kupang secara berkelanjutan.
Peluncuran Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana Berdampak Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., sebagai simbol dimulainya pelaksanaan pengabdian oleh 71 tim PKM di berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Kupang.
Kontributor: Yanto












