Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Ekonomi & Ekologi

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

badge-check


					Horiana Yolanda, Pemateri pertama sekaligus perwakilan dari WALHI NTT.Foto.Dok.Pribadi/ Perbesar

Horiana Yolanda, Pemateri pertama sekaligus perwakilan dari WALHI NTT.Foto.Dok.Pribadi/

KupangTimurInsight, Kupang – Diskusi dan nonton bareng (nobar) film bertajuk “Menolak Punah” yang digelar di Yayasan PIKUL Kupang pada Selasa (5/4/2026) menjadi ruang refleksi atas persoalan lingkungan. Kegiatan ini menyoroti krisis pengelolaan sampah di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus gaya hidup konsumtif masyarakat.

Pemateri pertama, Horiana Yolanda, menegaskan bahwa persoalan sampah di NTT tidak lagi bisa dilihat sebagai isu kebersihan semata, melainkan sudah masuk dalam krisis tata kelola lingkungan.

“Kita tidak bisa melihat isu ini sebelah mata. Jika dilihat dari model tata kelola sampah di 22 kabupaten/kota di NTT, semuanya masih menggunakan sistem open dumping dengan mekanisme ‘kumpul-angkut-buang’ tanpa pemrosesan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Ini jelas tidak sejalan dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seharusnya lima tahun setelah undang-undang tersebut disahkan, pemerintah daerah sudah beralih ke sistem sanitary landfill atau pengolahan sesuai standar. Namun hingga kini, menurutnya, masalah pengelolaan sampah masih terjadi dari hulu hingga hilir.

Selain itu, Horiana juga menyoroti dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan. Ia menyebut pencemaran terjadi sejak proses produksi hingga pembuangan, terutama pada sampah plastik yang sulit terurai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Warga Padati CFD Kupang, Sambut Kehadiran Jokowi dengan Antusias

1 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Trending di Nasional