Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

FMN Kupang Tolak Rencana Pembangunan SPPG di Undana, Soroti Dampak Pendidikan hingga Kebebasan Akademik

badge-check


					Ketua FMN Cabang Kupang,Yorius Ama Makin.Foto:Dok.Yanto Perbesar

Ketua FMN Cabang Kupang,Yorius Ama Makin.Foto:Dok.Yanto

KupangTimurInsight, Kupang – Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Penggerak Pangan Gratis (SPPG) di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Sikap tersebut disampaikan Ketua FMN Cabang Kupang, Yorius Ama Makin, saat ditemui wartawan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, FMN telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mendesak pihak Undana agar tidak menerima implementasi program tersebut di lingkungan kampus.

Yorius menjelaskan, penolakan FMN didasarkan pada kekhawatiran terhadap dampak program tersebut terhadap sektor pendidikan. Ia menilai kebijakan pemerintah dalam menjalankan MBG berpotensi memengaruhi anggaran pendidikan, sementara biaya pendidikan yang ditanggung mahasiswa terus mengalami peningkatan.

“Biaya pendidikan setiap tahun semakin membengkak. Kami melihat pemerintah lebih memprioritaskan program MBG dibanding penguatan sektor pendidikan,” ujarnya.

Meski hingga kini belum ada keputusan resmi dari pihak Undana terkait penerimaan program MBG dan SPPG, FMN mengaku telah mencermati sejumlah pemberitaan yang menunjukkan adanya kesiapan kampus untuk menerima program tersebut. Karena itu, organisasi tersebut akan terus melakukan investigasi dan kampanye penolakan.

“Sejauh ini kami masih dalam tahap investigasi. FMN akan terus mengampanyekan penolakan terhadap masuknya MBG dan SPPG ke dalam kampus,” tegas Yorius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa