FMN menilai bahwa persoalan gizi dan kesejahteraan mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi masyarakat secara umum. Karena itu, organisasi tersebut mendorong pemerintah agar lebih fokus pada upaya memperbaiki kondisi ekonomi dan mengurangi ketimpangan yang terjadi di masyarakat.
Melalui kampanye media dan pernyataan sikap yang telah disampaikan, FMN berharap mahasiswa di Undana, Nusa Tenggara Timur, maupun Indonesia secara umum dapat lebih kritis dalam menyikapi berbagai kebijakan publik yang dinilai berdampak terhadap pendidikan, kesejahteraan mahasiswa, dan demokrasi kampus.
“Harapan kami adalah terciptanya kondisi ekonomi masyarakat yang lebih baik, karena akar persoalan yang dihadapi saat ini pada dasarnya adalah persoalan ekonomi,” tutup Yorius Ama Makin.**
Kontributor: Yanto












