Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Suara Mahasiswa

FMN Kupang Tolak Rencana Pembangunan SPPG di Undana, Soroti Dampak Pendidikan hingga Kebebasan Akademik

badge-check


					Ketua FMN Cabang Kupang,Yorius Ama Makin.Foto:Dok.Yanto Perbesar

Ketua FMN Cabang Kupang,Yorius Ama Makin.Foto:Dok.Yanto

KupangTimurInsight, Kupang – Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Penggerak Pangan Gratis (SPPG) di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Sikap tersebut disampaikan Ketua FMN Cabang Kupang, Yorius Ama Makin, saat ditemui wartawan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, FMN telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mendesak pihak Undana agar tidak menerima implementasi program tersebut di lingkungan kampus.

Yorius menjelaskan, penolakan FMN didasarkan pada kekhawatiran terhadap dampak program tersebut terhadap sektor pendidikan. Ia menilai kebijakan pemerintah dalam menjalankan MBG berpotensi memengaruhi anggaran pendidikan, sementara biaya pendidikan yang ditanggung mahasiswa terus mengalami peningkatan.

“Biaya pendidikan setiap tahun semakin membengkak. Kami melihat pemerintah lebih memprioritaskan program MBG dibanding penguatan sektor pendidikan,” ujarnya.

Meski hingga kini belum ada keputusan resmi dari pihak Undana terkait penerimaan program MBG dan SPPG, FMN mengaku telah mencermati sejumlah pemberitaan yang menunjukkan adanya kesiapan kampus untuk menerima program tersebut. Karena itu, organisasi tersebut akan terus melakukan investigasi dan kampanye penolakan.

“Sejauh ini kami masih dalam tahap investigasi. FMN akan terus mengampanyekan penolakan terhadap masuknya MBG dan SPPG ke dalam kampus,” tegas Yorius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Tarian Wisisi Warnai Jalanan Kupang, Aksi Galang Dana FOKMAP-NTT Tuai Simpati Warga

16 Juli 2026 - 15:28 WIB

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketua FOKMAP-NTT: Terpilihnya Yali Faryon Membuka Ruang Persatuan Mahasiswa Papua dan Organisasi Gerakan

9 Juni 2026 - 14:38 WIB

Trending di Suara Mahasiswa