KupangTimurInsight, Kupang – Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Penggerak Pangan Gratis (SPPG) di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana).
Sikap tersebut disampaikan Ketua FMN Cabang Kupang, Yorius Ama Makin, saat ditemui wartawan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, FMN telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mendesak pihak Undana agar tidak menerima implementasi program tersebut di lingkungan kampus.
Yorius menjelaskan, penolakan FMN didasarkan pada kekhawatiran terhadap dampak program tersebut terhadap sektor pendidikan. Ia menilai kebijakan pemerintah dalam menjalankan MBG berpotensi memengaruhi anggaran pendidikan, sementara biaya pendidikan yang ditanggung mahasiswa terus mengalami peningkatan.
“Biaya pendidikan setiap tahun semakin membengkak. Kami melihat pemerintah lebih memprioritaskan program MBG dibanding penguatan sektor pendidikan,” ujarnya.
Meski hingga kini belum ada keputusan resmi dari pihak Undana terkait penerimaan program MBG dan SPPG, FMN mengaku telah mencermati sejumlah pemberitaan yang menunjukkan adanya kesiapan kampus untuk menerima program tersebut. Karena itu, organisasi tersebut akan terus melakukan investigasi dan kampanye penolakan.
“Sejauh ini kami masih dalam tahap investigasi. FMN akan terus mengampanyekan penolakan terhadap masuknya MBG dan SPPG ke dalam kampus,” tegas Yorius.












