Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores Peduli Korban Gempa Flores, PSI NTT Gelar Doa dan Aksi Solidaritas Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Nelayan Pulau Kera Ungkap Kondisi Tangkapan dan Aktivitas Melaut

Suara Mahasiswa

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

badge-check


					Wili Mbuik. Foto: Dok. Yanto Perbesar

Wili Mbuik. Foto: Dok. Yanto

Ketua BEM Undana, Glen Rezy Snae, menegaskan dukungannya terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat. Namun, menurut dia, negara juga perlu melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi konflik dan gangguan keamanan.

“Kami mendukung penuh TNI dan Polri untuk segera menangkap pelaku penembakan yang telah menewaskan saudara kami, Wili Mbuik. Kami berharap proses pengusutan dilakukan secara serius, profesional, transparan, dan tuntas. Jangan sampai kasus ini hanya berhenti pada pemberitaan bahwa telah terjadi penembakan,” ujar Glen.

Menurut Glen, tanggung jawab negara tidak berhenti setelah terjadinya tragedi. Negara harus mampu membaca potensi ancaman, melakukan pencegahan, dan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas maupun tugas pelayanan publik tanpa rasa takut.

“Menurut kami, negara tidak boleh hanya hadir setelah ada korban dan setelah nyawa melayang. Negara harus hadir sebelum tragedi terjadi, termasuk dengan membaca potensi ancaman dan melakukan langkah pencegahan,” katanya.

Glen menilai keselamatan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan. Ketika warga negara tidak memperoleh jaminan keamanan dalam menjalankan aktivitas maupun tugas pelayanan kepada masyarakat, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara serius.

“Wili adalah anak muda yang pernah menempuh pendidikan di Undana dan kemudian melanjutkan pengabdiannya. Hari ini hidupnya berakhir akibat kekerasan. Ini bukan hanya soal kehilangan satu orang, tetapi juga menjadi pertanyaan serius tentang bagaimana negara menjamin keselamatan setiap warga negaranya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Ketua BEM Undana Kupang Soroti Program Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat

27 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kordum Aliansi NTT Menggugat Tegaskan Tolak MBG dan KDMP

27 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Trending di Suara Mahasiswa