Ketua BEM Undana, Glen Rezy Snae, menegaskan dukungannya terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat. Namun, menurut dia, negara juga perlu melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi konflik dan gangguan keamanan.
“Kami mendukung penuh TNI dan Polri untuk segera menangkap pelaku penembakan yang telah menewaskan saudara kami, Wili Mbuik. Kami berharap proses pengusutan dilakukan secara serius, profesional, transparan, dan tuntas. Jangan sampai kasus ini hanya berhenti pada pemberitaan bahwa telah terjadi penembakan,” ujar Glen.
Menurut Glen, tanggung jawab negara tidak berhenti setelah terjadinya tragedi. Negara harus mampu membaca potensi ancaman, melakukan pencegahan, dan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas maupun tugas pelayanan publik tanpa rasa takut.
“Menurut kami, negara tidak boleh hanya hadir setelah ada korban dan setelah nyawa melayang. Negara harus hadir sebelum tragedi terjadi, termasuk dengan membaca potensi ancaman dan melakukan langkah pencegahan,” katanya.
Glen menilai keselamatan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan. Ketika warga negara tidak memperoleh jaminan keamanan dalam menjalankan aktivitas maupun tugas pelayanan kepada masyarakat, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara serius.
“Wili adalah anak muda yang pernah menempuh pendidikan di Undana dan kemudian melanjutkan pengabdiannya. Hari ini hidupnya berakhir akibat kekerasan. Ini bukan hanya soal kehilangan satu orang, tetapi juga menjadi pertanyaan serius tentang bagaimana negara menjamin keselamatan setiap warga negaranya,” ujarnya.












