BEM Undana juga mendorong pemerintah menjadikan tragedi di Jayawijaya sebagai momentum untuk memperbaiki sistem keamanan dan mitigasi di wilayah yang memiliki potensi kerawanan. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, sistem peringatan dini, mekanisme mitigasi, koordinasi antarinstansi, serta penguatan perlindungan bagi masyarakat dan pekerja pelayanan publik yang menjalankan tugas di lapangan.
“Negara harus memastikan kejadian seperti ini tidak kembali terjadi. Perlu ada mitigasi yang konkret untuk mencegah hal serupa. Jangan menunggu ada korban berikutnya baru kemudian negara kembali bertindak,” tegas Glen.
BEM Undana menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku merupakan keharusan. Namun, pencegahan juga menjadi bagian dari tanggung jawab negara agar masyarakat tidak terus menjadi korban kekerasan.
BEM Undana menyerukan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap sistem perlindungan warga negara di wilayah rawan konflik. Perlindungan tersebut dinilai penting agar masyarakat sipil tetap dapat menjalankan hak untuk hidup, bekerja, dan beraktivitas dalam kondisi aman.
Bagi keluarga besar Undana, Wili Mbuik akan tetap menjadi bagian dari almamater. Kepergiannya menjadi duka bersama sekaligus pengingat pentingnya memastikan keselamatan warga negara, terutama mereka yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di wilayah rawan konflik. (*)
Kontributor: Yanto












