Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Ekonomi & Ekologi

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

badge-check


					Suasana Diskusi IMMALA Kupang. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Diskusi IMMALA Kupang. Foto: Dok. Yanto/


‎Menanggapi fenomena pembubaran paksa terhadap pemutaran film “Pesta Babi” di berbagai daerah, Hironimus menilai hal tersebut sebagai bentuk intimidasi negara. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi dijamin oleh konstitusi.

‎”Jika ada aparat yang membubarkan komunitas yang menonton film dokumenter ini, itu adalah langkah keliru dari pemerintah. Sikap represif ini menimbulkan dugaan bahwa negara takut akan kebenaran yang terungkap dalam film tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa untuk tidak diam dan terus memperjuangkan keadilan,” kritik keras Hironimus.

‎Kegiatan nobar ini mendapat respons antusias dari para peserta. Mereka dinilai memiliki perspektif yang sama untuk menyatukan ide dan gagasan guna membebaskan masyarakat Papua dari jeratan ketidakadilan. Hironimus berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada isu lokal, tetapi juga memahami ketimpangan nasional yang terjadi di Papua sebagai wujud ketidakadilan struktural negara.

‎Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah dikoordinasikan dengan pihak terkait sejak awal untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Undangan disebarluaskan secara terbuka melalui flyer, sehingga umum dapat mengakses dan berpartisipasi dalam diskusi malam itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah

27 Mei 2026 - 15:27 WIB

Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang

25 Mei 2026 - 14:58 WIB

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 02:18 WIB

KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat

23 Mei 2026 - 01:30 WIB

Trending di Ekonomi & Ekologi