Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Ekonomi & Ekologi

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

badge-check


					Suasana Diskusi IMMALA Kupang. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Diskusi IMMALA Kupang. Foto: Dok. Yanto/


‎Menanggapi fenomena pembubaran paksa terhadap pemutaran film “Pesta Babi” di berbagai daerah, Hironimus menilai hal tersebut sebagai bentuk intimidasi negara. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi dijamin oleh konstitusi.

‎”Jika ada aparat yang membubarkan komunitas yang menonton film dokumenter ini, itu adalah langkah keliru dari pemerintah. Sikap represif ini menimbulkan dugaan bahwa negara takut akan kebenaran yang terungkap dalam film tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa untuk tidak diam dan terus memperjuangkan keadilan,” kritik keras Hironimus.

‎Kegiatan nobar ini mendapat respons antusias dari para peserta. Mereka dinilai memiliki perspektif yang sama untuk menyatukan ide dan gagasan guna membebaskan masyarakat Papua dari jeratan ketidakadilan. Hironimus berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada isu lokal, tetapi juga memahami ketimpangan nasional yang terjadi di Papua sebagai wujud ketidakadilan struktural negara.

‎Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah dikoordinasikan dengan pihak terkait sejak awal untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Undangan disebarluaskan secara terbuka melalui flyer, sehingga umum dapat mengakses dan berpartisipasi dalam diskusi malam itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Tarian Wisisi Warnai Jalanan Kupang, Aksi Galang Dana FOKMAP-NTT Tuai Simpati Warga

16 Juli 2026 - 15:28 WIB

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

KSPSI NTT Ajak Buruh dan Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Dinamika Ekonomi Global Saat Nobar Piala Dunia di Kupang

16 Juni 2026 - 05:38 WIB

Resmi Berdiri, UKM Pers UM.KOE Siap Kawal Isu Rakyat Lewat Karya Jurnalistik

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Trending di Suara Mahasiswa