Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Ekonomi & Ekologi

IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

badge-check


					Suasana Diskusi IMMALA Kupang. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Suasana Diskusi IMMALA Kupang. Foto: Dok. Yanto/

‎
‎Menanggapi fenomena pembubaran paksa terhadap pemutaran film “Pesta Babi” di berbagai daerah, Hironimus menilai hal tersebut sebagai bentuk intimidasi negara. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi dijamin oleh konstitusi.
‎
‎”Jika ada aparat yang membubarkan komunitas yang menonton film dokumenter ini, itu adalah langkah keliru dari pemerintah. Sikap represif ini menimbulkan dugaan bahwa negara takut akan kebenaran yang terungkap dalam film tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa untuk tidak diam dan terus memperjuangkan keadilan,” kritik keras Hironimus.
‎
‎Kegiatan nobar ini mendapat respons antusias dari para peserta. Mereka dinilai memiliki perspektif yang sama untuk menyatukan ide dan gagasan guna membebaskan masyarakat Papua dari jeratan ketidakadilan. Hironimus berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada isu lokal, tetapi juga memahami ketimpangan nasional yang terjadi di Papua sebagai wujud ketidakadilan struktural negara.

‎Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah dikoordinasikan dengan pihak terkait sejak awal untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Undangan disebarluaskan secara terbuka melalui flyer, sehingga umum dapat mengakses dan berpartisipasi dalam diskusi malam itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa