Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

LMID di Bawah Kepemimpinan Yali Faryon Berkomitmen Kawal Suara Rakyat dan Papua

badge-check


					Yali Frayon. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Yali Frayon. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Ketua Terpilih Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Yali Faryon, periode 2026-2027,saat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.COM di Kupang, Selasa (9/6/2026), menegaskan bahwa LMID lahir dari darah juang aktivis reformasi 1998 yang bergerak melawan kebijakan otoriter pemerintahan Soeharto. Organisasi ini, katanya, hadir untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat tertindas di tengah kebijakan negara yang dinilai semakin tidak berpihak pada masyarakat kecil.
‎
‎”Kita melihat kebijakan negara/pemerintah hari ini ada banyak hal-hal yang tidak berpihak kepada rakyat. Harapan setelah terpilihnya saya, ke depannya kita bersatu bersama rakyat tertindas yang kehilangan rumah, tempat tinggal, pekerjaan, dan pendidikan. Kita soroti pemerintah agar pendidikan itu ilmiah, demokratis, dan mengabdi kepada rakyat tertindas,” ujarnya.
‎
‎Yali Faryon menjelaskan bahwa LMID adalah organisasi yang berakar kuat di Kota Kupang, namun memiliki visi nasional. Ia memandang kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah untuk merespons kondisi di mana kebajikan negara sering kali absen, sehingga rakyat merdeka tidak mendapatkan kebebasan dan kesejahteraan sejati.
‎
‎”Saya sebagai orang Papua ingin mendorong mereka supaya ke depannya bisa mendapatkan kesejahteraan ataupun hak hidup sebagai manusia,” katanya.
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa