KupangTimurInsight, Kupang – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.KOE) resmi dideklarasikan pada Kamis (11/06/2026) di Aula Gedung C Universitas Muhammadiyah Kupang. Kegiatan ini diresmikan oleh Koordinator Umum UKM Pers, Firden Y. Nubatonis, yang juga merupakan penggagas sekaligus pendiri UKM Pers UM.KOE.
Dengan mengusung tema “Suara Kritis, Integritas Jurnalis untuk Perubahan Nyata”, kegiatan deklarasi berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir. Deklarasi ini bertujuan menegaskan peran pers mahasiswa sebagai agen perubahan dan penjaga kebenaran, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa, baik internal maupun eksternal kampus. Turut hadir perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Front Mahasiswa Nusantara (FMN) Cabang Kupang, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan ini juga didukung oleh media partner Nusantara Inside, Suara Flores, dan Newsline NTT.
Dalam sambutannya, Ketua FMN Cabang Kupang, Delky Loy, menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar utama dalam keberlangsungan demokrasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki kapasitas dan akses pengetahuan yang lebih besar dibandingkan sektor masyarakat lainnya sehingga memiliki tanggung jawab untuk merespons berbagai situasi geopolitik dan ekonomi bangsa.
“Melalui terbentuknya UKM Pers hari ini, hadir satu wadah bagi seluruh mahasiswa UM.KOE untuk menyatukan pandangan dan suara melalui tulisan. Kita tidak selalu harus turun ke jalan, tetapi kritik dan evaluasi terhadap situasi yang terjadi juga dapat dilakukan melalui karya jurnalistik yang kreatif,” ujar Delky.
Ia menambahkan bahwa pers mahasiswa harus hadir untuk mewakili kepentingan masyarakat kecil yang sering kali suaranya tidak didengar oleh pemerintah.
“Mahasiswa tidak boleh melepaskan diri dari perjuangan masyarakat kecil. Jika mahasiswa lepas, siapa lagi yang akan mewakili mereka? UKM Pers harus terus menggabungkan suara-suara rakyat dari seluruh penjuru Nusa Tenggara Timur. Ini menunjukkan keberpihakan Universitas Muhammadiyah Kupang kepada masyarakat,” tegasnya.
Delky juga menyerukan pentingnya kolaborasi antarorganisasi mahasiswa.
“Kita harus bersatu dalam satu suara, dari narasi kita bergerak menuju aksi nyata,” pungkasnya.












