KupangTimurInsight, Kupang – Belasan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti-Imperialisme Nusa Tenggara Timur (PERISAI-NTT) menggelar aksi demonstrasi pada Sabtu (20/06/2026). Mengusung tema “Selamatkan Indonesia dan NTT Darurat Penegakan Hukum”, massa aksi melakukan long march yang dimulai dari Polda NTT, bergerak menuju DPRD NTT, dan berakhir di Kantor Gubernur NTT.
Orasi politik berlangsung cukup panjang, mulai pukul 14.30 hingga 20.32 WITA. Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster bertuliskan “Turunkan Harga BBM, Bahan Pokok Rakyat” serta memasang spanduk bertuliskan “Selamatkan Indonesia, Perbaiki Hidup Rakyat”. Aksi ini merupakan respons kolektif terhadap krisis kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi dan penegakan hukum di daerah, sekaligus sebagai bentuk penolakan atas kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Di tengah jalannya aksi, ketegangan sempat memuncak ketika massa menyatakan kekecewaannya terhadap Gubernur NTT, Melkianus Laka Lena, yang tidak menemui massa aksi.Akibat penolakan tersebut, massa aksi membakar ban sebagai simbol protes keras atas ketidakpedulian kepala daerah terhadap aspirasi rakyat yang telah menunggu sejak sore hari.
Aliansi PERISAI NTT melibatkan berbagai elemen organisasi, termasuk FMN Cabang Kupang, BEM Nusantara, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Lingkar Studi Pendidikan Agama kristen,Serta sejumlah organisasi mahasiswa daerah seperti; Sentral perjuangan mahasiswa Belu. IMMALA, IKMATM, IMPRA, IKMAS-TTS,IKIF,IKMABAN,G.M.F., IMAN Kupang.












