Menu

Mode Gelap
Ketua BEM Undana Kupang Soroti Program Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat Kordum Aliansi NTT Menggugat Tegaskan Tolak MBG dan KDMP Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

Suara Mahasiswa

Kordum Aliansi NTT Menggugat Tegaskan Tolak MBG dan KDMP

badge-check


					Koordinator Umum (Kordum) aksi Aliansi NTT Menggugat, Flori Ujung. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Koordinator Umum (Kordum) aksi Aliansi NTT Menggugat, Flori Ujung. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Koordinator Umum (Kordum) Aliansi NTT Menggugat sekaligus perwakilan Front Mahasiswa Nasional (FMN) menegaskan pihaknya menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hal tersebut disampaikan Kordum Aliansi NTT Menggugat usai aksi demonstrasi bertajuk “Menggalang Kekuatan Bersama, Lawan Kebijakan yang Menindas Rakyat” di Bundaran El Tari, Kota Kupang, Kamis (27/8/2026), saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.

Ia mengatakan, salah satu tuntutan mendesak Aliansi NTT Menggugat adalah mengkaji kembali program yang mereka nilai sebagai program korup, salah satunya MBG.

Menurutnya, MBG tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia, khususnya kebutuhan siswa, pemuda dan mahasiswa.

“MBG adalah program korup, program yang dijalankan oleh rezim Prabowo untuk membagi keuntungan dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Karena MBG yang hari ini kita lihat, pelaksanaannya banyak makanan yang beracun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penolakan terhadap MBG bukan semata-mata karena persoalan teknis dalam pelaksanaannya, melainkan karena sistem yang mendasari program tersebut.

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Sebab, masih banyak anak dari kalangan buruh dan kaum tani yang belum dapat merasakan pendidikan secara layak.

“Yang kita gaungkan adalah pendidikan yang gratis, yang ilmiah, dan demokratis. Masih banyak anak kelas buruh dan kaum tani yang belum bisa merasakan bagaimana berpendidikan di sekolah dan bagaimana mengenyam pendidikan yang sepantasnya, yang menjadi hak setiap warga negara,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua BEM Undana Kupang Soroti Program Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat

27 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Tarian Wisisi Warnai Jalanan Kupang, Aksi Galang Dana FOKMAP-NTT Tuai Simpati Warga

16 Juli 2026 - 15:28 WIB

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

21 Juni 2026 - 15:21 WIB

Trending di Nasional