Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

Ketua BEM Undana Kupang Soroti Program Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat

badge-check


					Ketua BEM PT Undana Kupang, Glen Rezy Snae,. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua BEM PT Undana Kupang, Glen Rezy Snae,. Foto: Dok. Yanto/

Selain MBG, ia turut menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, kehadiran KDMP berpotensi memengaruhi usaha kecil yang telah dibangun masyarakat secara mandiri.

“Kita dapat melihat di berbagai tempat, berbagai pelosok desa, ada masyarakat yang berjuang untuk kemudian mendirikan toko atau kios untuk menunjang kehidupan mereka. Tetapi ketika KDMP ini masuk, itu dapat membatasi dan bisa saja menyingkirkan usaha-usaha yang didirikan oleh rakyat itu sendiri,” tegasnya.

Ia menilai konsep koperasi sejatinya harus berorientasi pada kepentingan dan kemandirian masyarakat, termasuk membantu masyarakat memasarkan hasil produksinya.

“Kalau bicara soal koperasi, sejatinya koperasi itu dilahirkan untuk kemudian dapat membantu masyarakat, untuk kemudian mampu mendistribusikan atau menjual hasil-hasil dari masyarakat itu kepada pasar,” katanya.

Namun, ia menilai tata kelola KDMP saat ini belum sepenuhnya mencerminkan tujuan tersebut.

“Sehingga kami kira KDMP hari ini, sekali lagi saya bilang, tidak tepat pada sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan keterlibatan BEM Undana bersama organisasi mahasiswa lainnya dalam Aliansi NTT Menggugat tidak hanya didasarkan pada persoalan MBG dan KDMP.

Menurutnya, masih banyak persoalan masyarakat yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“BEM Undana bergabung dalam aliansi ini, kami melihat bukan saja pada dua isu tersebut. Terlalu banyak isu, terlalu banyak persoalan yang hari ini masih dihadapi oleh masyarakat,” katanya.

Atas berbagai persoalan tersebut, BEM Undana bersama organisasi kemahasiswaan di Undana memilih bergabung dalam aksi dan menyuarakan keresahan masyarakat.

“Daripada keresahan itu, kami, BEM Undana, dan juga bersama-sama dengan teman-teman Ormawa Undana memilih untuk kemudian bergabung dalam aliansi, turun ke jalan, dan menyuarakan tentang persoalan ini,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah menyadari bahwa berbagai program yang dilahirkan harus benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemerintah harus sadar bahwa program yang mereka lahirkan itu tidak menyentuh akar persoalan. Yang kedua, perlu untuk kemudian diadakan evaluasi total dan kalau bisa diberhentikan saja. Karena masyarakat hari ini butuh pekerjaan, butuh pendidikan gratis. Bagaimana peran pemerintah terhadap persoalan-persoalan ini?” pungkasnya. (*)

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa