Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Nasional

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

badge-check


					Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Front Mahasiswa Nasional (FMN), Individu Pro Demokrasi (Prodem), dan Ormawa perguruan tinggi di Undana yang tergabung dalam Aliansi NTT Menggugat menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menggalang Kekuatan Bersama, Lawan Kebijakan yang Menindas Rakyat” di Bundaran El Tari, Kota Kupang, Kamis (27/8/2026).

Pantauan Media Kupang Timur INSIGHT.com, dalam aksi tersebut massa membawa poster berisi poin-poin tuntutan dan melakukan orasi. Massa meminta pemerintah lebih jeli melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satu orator yang mewakili FMN Cabang Kupang, Reky Lado, mengatakan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami masyarakat.

“Persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami oleh rakyat Kalimantan, kawan-kawan. Tetapi lagi dan lagi negara membuktikan bahwa tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dialami kawan-kawan,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai akses terhadap kesehatan di tengah asap yang melanda masyarakat di Kalimantan masih mengalami kekurangan alat-alat kesehatan yang dapat digunakan untuk melindungi rakyat Indonesia.

“hari ini juga kita cek berbagai macam kebijakan, program yang dikeluarkan oleh Prabowo adalah kebijakan program bisnis politiknya untuk mengamankan kesetiaannya terhadap kursi kekuasaan. Koperasi Desa Merah Putih dan juga MBG adalah strategi Prabowo sebagai alat bisnis geopolitik, bisnis politik di 2029, kawan-kawan,” ujarnya.

Menurut dia, MBG tidak menjawab persoalan rakyat karena masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan maupun kebudayaan yang maju.

“Prabowo hari ini tidak salah kalau kita menyatakan MBG tidak menjawab persoalan rakyat, kawan-kawan. Karena kita cek bahwa rakyat Indonesia hari ini kekurangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan maupun kebudayaan yang maju,” katanya.

Ia menilai negara seharusnya menghadirkan alat-alat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat agar dapat mengakses masa depan yang lebih baik.

“Tetapi negara hadir di bawah pemerintahan Prabowo dijawab dengan piring MBG. Tentu tidak akan berhasil, kawan-kawan. Artinya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini hanya membagikan perjanjian politik, membagikan kue-kue kekuasaan lewat program Koperasi Merah Putih dan MBG, kawan-kawan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa