Menu

Mode Gelap
Kordum Aliansi NTT Menggugat Tegaskan Tolak MBG dan KDMP Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

Nasional

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

badge-check


					Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Pelaksanaan Aksi . Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Front Mahasiswa Nasional (FMN), Individu Pro Demokrasi (Prodem), dan Ormawa perguruan tinggi di Undana yang tergabung dalam Aliansi NTT Menggugat menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menggalang Kekuatan Bersama, Lawan Kebijakan yang Menindas Rakyat” di Bundaran El Tari, Kota Kupang, Kamis (27/8/2026).

Pantauan Media Kupang Timur INSIGHT.com, dalam aksi tersebut massa membawa poster berisi poin-poin tuntutan dan melakukan orasi. Massa meminta pemerintah lebih jeli melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satu orator yang mewakili FMN Cabang Kupang, Reky Lado, mengatakan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami masyarakat.

“Persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami oleh rakyat Kalimantan, kawan-kawan. Tetapi lagi dan lagi negara membuktikan bahwa tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dialami kawan-kawan,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai akses terhadap kesehatan di tengah asap yang melanda masyarakat di Kalimantan masih mengalami kekurangan alat-alat kesehatan yang dapat digunakan untuk melindungi rakyat Indonesia.

“hari ini juga kita cek berbagai macam kebijakan, program yang dikeluarkan oleh Prabowo adalah kebijakan program bisnis politiknya untuk mengamankan kesetiaannya terhadap kursi kekuasaan. Koperasi Desa Merah Putih dan juga MBG adalah strategi Prabowo sebagai alat bisnis geopolitik, bisnis politik di 2029, kawan-kawan,” ujarnya.

Menurut dia, MBG tidak menjawab persoalan rakyat karena masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan maupun kebudayaan yang maju.

“Prabowo hari ini tidak salah kalau kita menyatakan MBG tidak menjawab persoalan rakyat, kawan-kawan. Karena kita cek bahwa rakyat Indonesia hari ini kekurangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan maupun kebudayaan yang maju,” katanya.

Ia menilai negara seharusnya menghadirkan alat-alat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat agar dapat mengakses masa depan yang lebih baik.

“Tetapi negara hadir di bawah pemerintahan Prabowo dijawab dengan piring MBG. Tentu tidak akan berhasil, kawan-kawan. Artinya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini hanya membagikan perjanjian politik, membagikan kue-kue kekuasaan lewat program Koperasi Merah Putih dan MBG, kawan-kawan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kordum Aliansi NTT Menggugat Tegaskan Tolak MBG dan KDMP

27 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Trending di Hukum