KupangTimurInsight, Kupang – Front Mahasiswa Nasional (FMN), Individu Pro Demokrasi (Prodem), dan Ormawa perguruan tinggi di Undana yang tergabung dalam Aliansi NTT Menggugat menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menggalang Kekuatan Bersama, Lawan Kebijakan yang Menindas Rakyat” di Bundaran El Tari, Kota Kupang, Kamis (27/8/2026).
Pantauan Media Kupang Timur INSIGHT.com, dalam aksi tersebut massa membawa poster berisi poin-poin tuntutan dan melakukan orasi. Massa meminta pemerintah lebih jeli melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu orator yang mewakili FMN Cabang Kupang, Reky Lado, mengatakan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami masyarakat.
“Persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah menjadi persoalan tahunan yang dialami oleh rakyat Kalimantan, kawan-kawan. Tetapi lagi dan lagi negara membuktikan bahwa tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dialami kawan-kawan,” katanya.
Ia mengatakan, berbagai akses terhadap kesehatan di tengah asap yang melanda masyarakat di Kalimantan masih mengalami kekurangan alat-alat kesehatan yang dapat digunakan untuk melindungi rakyat Indonesia.
“hari ini juga kita cek berbagai macam kebijakan, program yang dikeluarkan oleh Prabowo adalah kebijakan program bisnis politiknya untuk mengamankan kesetiaannya terhadap kursi kekuasaan. Koperasi Desa Merah Putih dan juga MBG adalah strategi Prabowo sebagai alat bisnis geopolitik, bisnis politik di 2029, kawan-kawan,” ujarnya.
Menurut dia, MBG tidak menjawab persoalan rakyat karena masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan maupun kebudayaan yang maju.
“Prabowo hari ini tidak salah kalau kita menyatakan MBG tidak menjawab persoalan rakyat, kawan-kawan. Karena kita cek bahwa rakyat Indonesia hari ini kekurangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan maupun kebudayaan yang maju,” katanya.
Ia menilai negara seharusnya menghadirkan alat-alat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat agar dapat mengakses masa depan yang lebih baik.
“Tetapi negara hadir di bawah pemerintahan Prabowo dijawab dengan piring MBG. Tentu tidak akan berhasil, kawan-kawan. Artinya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini hanya membagikan perjanjian politik, membagikan kue-kue kekuasaan lewat program Koperasi Merah Putih dan MBG, kawan-kawan,” ujarnya.












