Ia juga menyampaikan pesan penting bagi mahasiswa agar aktif terlibat dalam diskusi-diskusi kritis. “Melalui diskusi, kita bisa melihat keresahan-keresahan yang dirasakan oleh orangtua. Apa yang orang tua punya kemudian diambil oleh orang-orang oligarki untuk kepentingannya sendiri,” tegasnya.
Harapan ke depannya, LMID akan terus bersinergi dengan organisasi lain seperti FOKMAP (Forum Komunikasi Mahasiswa Papua) dan elemen gerakan lainnya untuk membela suara-suara Papua dan hak-hak masyarakat.
”Harapannya, mereka bisa bersuara lantang ketika tanahnya dirampas, aktivisnya dibungkam, dan hak-hak dasarnya diinjak-injak,” pungkas Yali Faryon.(*)
Kontributor: Yanto












