Sementara itu, Ketua Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi, Hendrik Manu Rara, mengajak mahasiswa Papua untuk aktif membahas persoalan sosial yang terjadi di Papua maupun di NTT.
Ia menilai mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada urusan internal organisasi, tetapi juga perlu membangun hubungan dengan masyarakat dan terlibat dalam diskusi isu-isu sosial.
“Kami meminta agar ke depan kita terus menjalin hubungan emosional dan organisasi, khususnya untuk mendiskusikan isu-isu Papua lebih mendalam,” ujarnya.
Hendrik juga menyoroti masih adanya tindakan kekerasan verbal terhadap mahasiswa Papua di NTT. Ia meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian bersama serta mendorong solidaritas antar mahasiswa dan masyarakat.
“Kita harus menindaklanjuti setiap tindakan kekerasan, baik verbal maupun non-verbal,” pungkasnya.
Kontributor: Yanto












