Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak akan berhenti pada diskusi perdana. Pihak penyelenggara, kata dia, tengah menyiapkan sejumlah desain kegiatan serupa untuk dilaksanakan ke depan.
“Jadi, tidak berhenti hari ini. Kami pikir juga dialog interaktif seperti tadi itu terobosan baru, bagaimana semua orang punya hak yang sama untuk berbicara dan didengar,” jelasnya.
Selain diskusi, NERAKA juga menjalin kerja sama dengan sejumlah media untuk meneruskan berbagai gagasan dan aspirasi mahasiswa kepada publik.
“Untuk capaian kegiatan kami dari pihak penyelenggara itu, berharap ini menjadi rekomendasi, karena kami NERAKA sudah mengadakan kerja sama dengan beberapa media. Suara dari teman-teman kemudian akan diteruskan melalui media-media dan akan dibaca oleh publik dan mungkin juga pemerintah,” katanya.
Ia bahkan membuka kemungkinan adanya aksi massa apabila ruang tersebut tersedia.
“Dan puji Tuhan, kalaupun ada kesempatan, kami akan turun ke jalan dan kemudian menyampaikan aspirasi-aspirasi seperti ini,” pungkasnya.
Sementara itu, peserta diskusi, Maria Renata Oemanas, mengatakan dirinya mengikuti kegiatan tersebut karena tertarik dengan isu-isu pemerintahan dan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Menurut Maria, forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membahas berbagai persoalan secara lebih terbuka, termasuk persoalan infrastruktur dan kebijakan pemerintah.
“Saya sangat suka temanya. Itu kan masalah infrastruktur dan masalah-masalah lainnya. Harapan saya untuk NERAKA ini semoga tetap berlanjut, karena kegiatan ini sangat membantu mahasiswa untuk mengeluarkan aspirasi-aspirasi, kritik dan saran kepada pemerintah,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut penting bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan karena membahas berbagai persoalan pemerintahan secara langsung melalui studi kasus dan diskusi interaktif.
“Menarik untuk diskusi karena salah satunya juga alasan saya mengikuti ini karena NERAKA menyediakan topik-topik dan diskusi yang sangat menarik. Topik-topik tersebut dapat dikupas tuntas materinya di sini,” ujarnya.
Menurut Maria, mahasiswa Ilmu Pemerintahan seharusnya mengambil bagian dalam forum-forum semacam itu karena memiliki keterkaitan langsung dengan bidang studi mereka.
“Bagi saya sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang berbicara tentang pemerintahan seharusnya wajib ikut serta dalam kegiatan ini, karena dia membahas tentang studi kasus dan permasalahan yang ada di pemerintah,” tutupnya. (*)
Kontributor: Yanto












