KupangTimurInsight, Kupang – Koordinator Umum (Kordum) Aliansi NTT Menggugat sekaligus perwakilan Front Mahasiswa Nasional (FMN) menegaskan pihaknya menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal tersebut disampaikan Kordum Aliansi NTT Menggugat usai aksi demonstrasi bertajuk “Menggalang Kekuatan Bersama, Lawan Kebijakan yang Menindas Rakyat” di Bundaran El Tari, Kota Kupang, Kamis (27/8/2026), saat diwawancarai wartawan Kupang Timur INSIGHT.
Ia mengatakan, salah satu tuntutan mendesak Aliansi NTT Menggugat adalah mengkaji kembali program yang mereka nilai sebagai program korup, salah satunya MBG.
Menurutnya, MBG tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia, khususnya kebutuhan siswa, pemuda dan mahasiswa.
“MBG adalah program korup, program yang dijalankan oleh rezim Prabowo untuk membagi keuntungan dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Karena MBG yang hari ini kita lihat, pelaksanaannya banyak makanan yang beracun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penolakan terhadap MBG bukan semata-mata karena persoalan teknis dalam pelaksanaannya, melainkan karena sistem yang mendasari program tersebut.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Sebab, masih banyak anak dari kalangan buruh dan kaum tani yang belum dapat merasakan pendidikan secara layak.
“Yang kita gaungkan adalah pendidikan yang gratis, yang ilmiah, dan demokratis. Masih banyak anak kelas buruh dan kaum tani yang belum bisa merasakan bagaimana berpendidikan di sekolah dan bagaimana mengenyam pendidikan yang sepantasnya, yang menjadi hak setiap warga negara,” katanya.












