Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

Buruh Informal di Kupang Terabaikan, LMND Siapkan Aksi Jelang Hari Buruh Internasional

badge-check


					Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang, Meki Maubanu. Foto:Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang, Meki Maubanu. Foto:Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang, Meki Maubanu, menegaskan bahwa organisasinya tengah mempersiapkan langkah strategis menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

Menurut Meki, LMND Kota Kupang telah melakukan investigasi lapangan untuk memahami secara langsung kondisi buruh, khususnya buruh informal yang selama ini jarang dilibatkan dalam perjuangan gerakan buruh.

“Selama ini kita sering bicara soal buruh, tapi jarang benar-benar turun dan mendengar langsung kondisi mereka. Karena itu kami melakukan investigasi terkait upah, jam kerja, dan jaminan sosial,” ujar Meki saat ditemui wartawan di Kayu Putih, Kupang, Senin (20/04/2026).

Hasil investigasi menunjukkan bahwa banyak buruh di Kota Kupang menerima upah jauh di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP) NTT yang ditetapkan sekitar Rp2.455.898. Di lapangan, LMND menemukan buruh dengan penghasilan Rp500 ribu per bulan, Rp900 ribu per bulan, serta Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per bulan. Kondisi ini paling banyak dialami oleh buruh informal yang tidak memiliki perlindungan hukum maupun kepastian kerja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa