Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Suara Mahasiswa

Buruh Informal di Kupang Terabaikan, LMND Siapkan Aksi Jelang Hari Buruh Internasional

badge-check


					Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang, Meki Maubanu. Foto:Dok. Yanto/ Perbesar

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang, Meki Maubanu. Foto:Dok. Yanto/

LMND menilai pemerintah daerah selama ini cenderung fokus pada buruh formal, sementara buruh informal tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Kelemahan utama kebijakan, menurut mereka, terletak pada minimnya pengawasan serta lemahnya kontrol terhadap praktik ketenagakerjaan. “Negara terkesan apatis terhadap kondisi buruh hari ini,” tambahnya dalam wawancara tersebut.

Menjelang Hari Buruh Internasional, LMND mengingatkan bahwa perjuangan buruh tidak boleh berhenti pada momentum seremonial. “Perjuangan ini harus terus berjalan, bukan hanya saat May Day. Ini soal hak dasar warga negara untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegas Meki.

LMND juga mendorong keterlibatan mahasiswa dan masyarakat luas untuk ikut memperjuangkan hak-hak buruh, terutama di sektor informal.

LMND berharap pemerintah dapat membentuk regulasi khusus bagi buruh informal, menjamin kepastian upah dan kerja, serta memastikan perlindungan hukum yang adil. “Buruh tidak boleh terus-menerus dieksploitasi tanpa kepastian. Negara harus hadir,” tutup Meki.***

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan

9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran

11 September 2026 - 16:00 WIB

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

11 September 2026 - 05:27 WIB

BEM Undana Dorong Pembebasan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

11 September 2026 - 05:14 WIB

Mahasiswa UNWIRA Soroti Ketimpangan Struktural di NTT, Kritik Tata Kelola Pemerintahan

7 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Suara Mahasiswa