”Sesuai perintah Bang Zulkifli, kami juga fokus membantu nelayan. Program kampung nelayan telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Flores Timur. Kami juga akan mendorong alokasi dana Rp23 miliar untuk program Gubernur. Semua ini bukan sekadar elektoral, tapi tanggung jawab PAN untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan NTT,” jelasnya.
Sementara itu Gubernur NTT, Melkianus Laka Lena, dalam sambutannya menyambut baik kehadiran Menko Pangan di NTT. Ia menekankan bahwa politik sejatinya adalah pekerjaan sehari-hari yang tidak jauh dari rakyat.
”NTT adalah tanah keras yang melahirkan manusia tangguh. Kami membutuhkan politisi tangguh yang bekerja keras dan berhati untuk mengurus petani, nelayan, peternak, buruh, ibu rumah tangga, dan anak-anak. Di bidang pertanian, kami bersyukur produksi tahun ini naik 35 persen. Ini nyata,” kata Gubernur Melki.
Ia mengapresiasi peran Ahmad Yohan sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang memastikan kepala daerah dapat mengakses program pertanian dan perikanan dengan baik. Gubernur juga mendorong hilirisasi produk lokal melalui platform NTTmart untuk memasarkan UMKM.
”Spirit ‘Ayo Bangun NTT’ berangkat dari Pancasila yang lahir di provinsi ini. Bung Karno menemukan Pancasila saat diasingkan di Ende, Flores. Nilai utamanya adalah gotong royong. Mari kita bersama-sama membangun NTT,” pungkas Gubernur Melki.
Menko Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menjelaskan filosofi partai yang dilambangkan dengan Matahari.
”Matahari adalah ciptaan Tuhan yang memiliki kasih sayang sempurna. Ia tidak pernah membedakan suku, agama, atau partai. Ia menyinari semua orang secara adil. Itulah filosofi PAN: tidak membedakan asal-usul, asalkan bersama membangun NTT dan Indonesia. Logo PAN memiliki 32 sinar yang melambangkan satu Indonesia dalam keragaman. Jarak antar sinar sama, simbol bahwa rakyat adalah segala-galanya,” jelas Zulkifli.









