Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Politik & Hukum

DPW PAN NTT Resmi Dilantik, Zulkifli Hasan Tekankan Keberpihakan pada Rakyat

badge-check


					Foto Bersama Usai Pelantikan. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Pelantikan. Foto: Dok. Yanto/

‎Ia menambahkan bahwa landasan PAN adalah Pancasila dan moral kemanusiaan. “Cinta kami melebihi toleransi. Cinta kepada manusia, lingkungan, pohon, laut, dan hewan. PAN lahir sebagai koreksi untuk meluruskan cita-cita kemerdekaan sesuai UUD 1945 Pasal 33, yaitu ekonomi yang berkeadilan.”

‎Zulkifli mengkritik kebijakan pasar bebas selama 30 tahun reformasi yang gagal mewujudkan swasembada beras karena lebih mengutamakan hitungan makroekonomi daripada keberpihakan pada rakyat.

‎”Kami mendukung Prabowo Subianto tiga kali kalah sebelum menang, dengan komitmen berpihak pada rakyat. Contoh nyatanya harga gabah. Selama puluhan tahun, harga gabah hanya Rp4.000–Rp5.000 dengan syarat kadar air ketat, sehingga petani hanya menerima Rp3.000–Rp3.500. Saat kami berkuasa, kami naikkan harga beli di tingkat petani menjadi Rp6.500 tanpa mempersulit soal kadar air. Dampaknya? Produksi padi naik 3 persen dan stok beras kita surplus 4,2 juta ton pada 2025, hingga impor beras nol. Nilai tukar petani pun naik,” paparnya.

‎Terakhir, Zulkifli menyoroti nasib nelayan NTT. Ia menyebut harga ikan kombong di pasar hanya Rp25.000 per ember, sangat merugikan nelayan yang mengeluarkan biaya solar dan tenaga.

‎”Negara harus hadir. Kita bangun kampung nelayan, pabrik pengolahan, dan tempat pelelangan ikan. Jika ikan tidak laku, bisa disimpan. Kita bentuk Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan membeli ikan dengan harga acuan. Inilah yang disebut keberpihakan ekonomi,” tutup Zulkifli Hasan.**

‎Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung

23 Mei 2026 - 05:47 WIB

GMKI Kupang Kecam Represivitas Aparat dalam Aksi Cipayung Plus, Janjikan Aksi Jilid III ‎

15 Mei 2026 - 11:17 WIB

GMKI Kupang Desak Polisi Bongkar Tuntas Kematian Fika Serwutun: Jangan Ada Rekayasa Kasus

15 Mei 2026 - 11:07 WIB

Tuntut Ruang Aman dan Transparansi, Aliansi Mahasiswa Peduli IAKN Kupang Gelar Aksi Demonstrasi

27 April 2026 - 07:52 WIB

Refleksi Hari Kartini Dosen Unwira Soroti Langkah Progresif Pemerintah dan Pentingnya Penyadaran Massa Sebelum Bergerak

25 April 2026 - 15:50 WIB

Trending di Pendidikan & Teknologi