Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Papua di NTT Dorong Persatuan dan Kesadaran Bangun Daerah Perkuat Solidaritas di Tanah Rantau, FOKMAP-NTT Rayakan Dies Natalis ke-IX di Kupang Perumda Pasar Gandeng UNDANA Cari Solusi Pasar Alak, Bimoku, dan Kuanino yang Sepi Pengunjung Rally Bistolen: Film “Pesta Babi” Ungkap Dampak Pembangunan terhadap Masyarakat Adat KPBH Kolhua Gelar Nobar Film “Pesta Babi”Refleksi Kritis Dampak PSN terhadap Masyarakat Adat IMMALA Kupang Gelar Nobar “Pesta Babi” Sebut Kebijakan PSN di Papua Bentuk Kolonialisme Modern

Nasional

Kuliah Umum di Stikom Uyelindo, Menko Pangan Tekankan Peran Mahasiswa IT dalam Ketahanan Pangan Nasional

badge-check


					Foto Bersama Usai Menggelar Kuliah Umum. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Menggelar Kuliah Umum. Foto: Dok. Yanto/

‎‎
‎Menyinggung peran teknologi, Zulkifli menekankan bahwa efisiensi adalah kunci ketahanan pangan. Ia membandingkan produktivitas tenaga manual versus teknologi.

‎”Untuk menggarap satu hektar lahan secara manual, dibutuhkan sekitar 24 orang dalam satu hari. Namun, dengan menggunakan teknologi dan alat mekanisasi, satu alat bisa mengerjakan 24 hektar dalam satu hari. Ini adalah lompatan produktivitas yang luar biasa,” paparnya.

‎Ia menyoroti pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian modern, seperti aplikasi pemantauan irigasi yang sudah berkembang di Yogyakarta, serta penggunaan drone untuk memantau kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Di Jawa Timur, biaya produksi gula bisa ditekan hingga Rp3.500 per kilogram berkat mekanisasi, sebuah efisiensi yang belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia.

‎”Jika kita tidak produktif, kita akan terus bergantung pada impor. Mahasiswa IT memiliki peran strategis di sini. Teknologi bukan sekadar alat, tapi solusi untuk kemandirian. Kami datang ke sini untuk mendukung kampus ini mengembangkan IT, karena digitalisasi adalah jalan menuju swasembada,” tegas Zulkifli.
‎‎
‎Zulkifli mengajak mahasiswa Stikom Uyelindo untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi. Ia berharap mahasiswa dapat mengembangkan inovasi yang sesuai dengan konteks lokal NTT, sehingga potensi alam yang melimpah dapat dikelola secara efisien dan mandiri.

‎”Jangan biarkan lahan dan potensi kita habis dieksploitasi oleh pihak luar. Gunakan teknologi untuk memberdayakan petani dan UMKM lokal. Jika kita makmur secara teknologi, kita bisa bertanya pada alam tanpa merusaknya, dan menjawab kebutuhan pangan bangsa,” pungkasnya.

‎ Yang hadir juga dalam Kuliah umum ini adalah Pasha ungu,Verlel Bramasta serta ratusan mahasiswa dan dosen, serta disambut antusias sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi untuk sektor pangan.****

Kontributor: Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. wimhpoqizm

    iymhvxfspkynzmopvvoezpfyzhmzyy

    Reply
  2. mffkiyjegt

    phzyxirqmromwqmijpqkhksddvezjv

    Reply
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Diskusi “Menolak Punah” Bongkar Dampak Nyata Krisis Sampah di NTT

6 Mei 2026 - 05:01 WIB

Tak Hanya Aksi, FMN Kupang–BEM Unwira Gelar Diskusi Publik di May Day 2026

1 Mei 2026 - 15:48 WIB

Dosen Dinonaktifkan dari Tri Darma Kampus, Pers Dibungkam Saat Audiensi

27 April 2026 - 08:07 WIB

Tuntut Ruang Aman dan Transparansi, Aliansi Mahasiswa Peduli IAKN Kupang Gelar Aksi Demonstrasi

27 April 2026 - 07:52 WIB

Refleksi Hari Kartini Dosen Unwira Soroti Langkah Progresif Pemerintah dan Pentingnya Penyadaran Massa Sebelum Bergerak

25 April 2026 - 15:50 WIB

Trending di Pendidikan & Teknologi