Peserta lainnya, Antonius Gandi, menilai pelaksanaan MBG perlu diperbaiki, khususnya dari sisi pengawasan gizi dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan SPPG.
“Setiap SPPG perlu diperbaiki agar kejadian keracunan tidak kembali terjadi. Aspek gizi juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan MBG perlu ditingkatkan agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
“Dari sisi SDM, khususnya tenaga yang memahami gizi, masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih baik,” katanya.
Diskusi tersebut kemudian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertemukan berbagai pandangan mengenai pelaksanaan MBG, mulai dari efektivitas kebijakan, pengelolaan anggaran, keamanan pangan, pemerataan program hingga kemungkinan adanya kepentingan politik dalam pelaksanaannya.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa Unwira mendorong agar pelaksanaan MBG tidak hanya dilihat dari tujuan program, tetapi juga dikaji secara kritis berdasarkan kondisi dan dampaknya terhadap masyarakat di daerah. (*)
Kontributor: Yanto












