Menu ✖

Mode Gelap
SPBU Oesapa dan Liliba Sebut Stok Pertalite Aman di Tengah Antrean Kendaraan Diskusi ASTRIA INITIA di Kupang Bahas Polemik Ijazah Gibran, Batas Kewenangan MK, hingga Arah Demokrasi Indonesia FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja Konflik Agraria di NTT Tak Kunjung Tuntas, Warga Naibonat hingga Temef Desak DPRD Turun Tangan Mahasiswa Unwira Bedah Sisi Gelap Program MBG, Soroti Keracunan hingga Politik Anggaran Alumni Undana Jadi Korban Penembakan di Jayawijaya, BEM Desak Pengusutan Tuntas

Hukum

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

badge-check


					Konsolidasi Politik Perserikatan Perempuan Akar Rumput dari berbagai wilayah terdampak. Doc/SP Flobamoratas Perbesar

Konsolidasi Politik Perserikatan Perempuan Akar Rumput dari berbagai wilayah terdampak. Doc/SP Flobamoratas

Keempat, perempuan yang mempertahankan ruang hidup dinilai menghadapi ancaman dan intimidasi.

Pengalaman masyarakat adat Poco Leok, Kabupaten Manggarai, memperlihatkan bagaimana agenda pengembangan panas bumi berhadapan dengan masyarakat yang mempertahankan tanah dan ruang hidupnya.

Bagi masyarakat adat Poco Leok, tanah bukan hanya sebidang aset yang dapat direduksi menjadi nilai ekonomi. Tanah merupakan bagian dari sejarah, identitas, relasi sosial, budaya, spiritualitas, dan keberlanjutan kehidupan komunitas.

Dalam perjuangan mempertahankan ruang hidup tersebut, perempuan tidak berada di luar konflik. Mereka justru berada di garis depan sekaligus menghadapi kerentanan yang khas sebagai perempuan.

Tekanan, intimidasi, ancaman, dan kekerasan yang dialami perempuan ketika mempertahankan ruang hidup menunjukkan bahwa konflik agraria dapat berubah menjadi kekerasan berbasis kuasa terhadap perempuan.

Perempuan yang mempertahankan tanah bukan penghambat pembangunan. Mereka sedang mempertahankan pangan, rumah, budaya, kehidupan, dan masa depan komunitasnya.

Karena itu, negara dinilai seharusnya menjamin keamanan mereka, bukan membiarkan mereka menghadapi kekerasan karena mempertahankan haknya.

Kelima, perempuan akar rumput dan PPHAM menghadapi risiko berlapis.

Pengalaman perjuangan perempuan di Poco Leok, Poso, Palu, hingga Makassar memperlihatkan bahwa konflik ruang hidup, sumber daya alam, pembangunan, dan kepentingan ekonomi tidak hanya memicu persoalan ekologis atau agraria.

Persoalan tersebut juga dinilai meningkatkan risiko keamanan, kekerasan, intimidasi, pembungkaman, dan kriminalisasi terhadap perempuan akar rumput dan PPHAM.

Ketika perempuan akar rumput dan PPHAM mempertanyakan proyek pembangunan, mempertahankan ruang hidup, atau mengungkap dampak investasi, mereka harus berhadapan dengan tekanan sosial, intimidasi, ancaman, kekerasan, bahkan proses hukum.

Karena itu, negara dinilai harus memastikan hukum tidak digunakan untuk membungkam mereka yang mempertahankan hak atas tanah, lingkungan, dan kehidupan.

Keenam, perampasan ruang hidup dinilai dapat mendorong migrasi nonprosedural.

Persoalan agraria dan migrasi perempuan dinilai tidak dapat dipisahkan. Ketika tanah semakin sempit, sumber penghidupan hilang, pekerjaan layak terbatas, dan ruang ekonomi perempuan semakin kecil, migrasi menjadi salah satu pilihan untuk bertahan hidup.

Di NTT, situasi tersebut berkelindan dengan migrasi nonprosedural dan kerentanan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Ketika pembangunan menghilangkan sumber penghidupan di daerah asal, sementara negara gagal menyediakan pekerjaan layak dan pilihan hidup yang aman, migrasi dapat berubah dari pilihan menjadi strategi bertahan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FSPMI NTT Soroti RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Desak Upah Layak hingga Kepastian Kerja

9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Aliansi NTT Menggugat Soroti Sejumlah Persoalan di Kupang

27 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Trending di Nasional