KupangTimurInsight, Kupang – Ketua Terpilih Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Yali Faryon, periode 2026-2027,saat ditemui wartawan Kupang Timur INSIGHT.COM di Kupang, Selasa (9/6/2026), menegaskan bahwa LMID lahir dari darah juang aktivis reformasi 1998 yang bergerak melawan kebijakan otoriter pemerintahan Soeharto. Organisasi ini, katanya, hadir untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat tertindas di tengah kebijakan negara yang dinilai semakin tidak berpihak pada masyarakat kecil.
”Kita melihat kebijakan negara/pemerintah hari ini ada banyak hal-hal yang tidak berpihak kepada rakyat. Harapan setelah terpilihnya saya, ke depannya kita bersatu bersama rakyat tertindas yang kehilangan rumah, tempat tinggal, pekerjaan, dan pendidikan. Kita soroti pemerintah agar pendidikan itu ilmiah, demokratis, dan mengabdi kepada rakyat tertindas,” ujarnya.
Yali Faryon menjelaskan bahwa LMID adalah organisasi yang berakar kuat di Kota Kupang, namun memiliki visi nasional. Ia memandang kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah untuk merespons kondisi di mana kebajikan negara sering kali absen, sehingga rakyat merdeka tidak mendapatkan kebebasan dan kesejahteraan sejati.
”Saya sebagai orang Papua ingin mendorong mereka supaya ke depannya bisa mendapatkan kesejahteraan ataupun hak hidup sebagai manusia,” katanya.












