Menu

Mode Gelap
Aksi Seribu Lilin, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Flores KPA melalui GESLA Salurkan 4 Ton Beras untuk Korban Gempa di Flores Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

Nasional

Aliansi PERISAI NTT Aksi Tuntut Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/ Perbesar

Foto Bersama Usai Aksi. Foto: Dok. Yanto/

KupangTimurInsight, Kupang – Belasan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti-Imperialisme Nusa Tenggara Timur (PERISAI-NTT) menggelar aksi demonstrasi pada Sabtu (20/06/2026). Mengusung tema “Selamatkan Indonesia dan NTT Darurat Penegakan Hukum”, massa aksi melakukan long march yang dimulai dari Polda NTT, bergerak menuju DPRD NTT, dan berakhir di Kantor Gubernur NTT.

‎Orasi politik berlangsung cukup panjang, mulai pukul 14.30 hingga 20.32 WITA. Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster bertuliskan “Turunkan Harga BBM, Bahan Pokok Rakyat” serta memasang spanduk bertuliskan “Selamatkan Indonesia, Perbaiki Hidup Rakyat”. Aksi ini merupakan respons kolektif terhadap krisis kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi dan penegakan hukum di daerah, sekaligus sebagai bentuk penolakan atas kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.

‎Di tengah jalannya aksi, ketegangan sempat memuncak ketika massa menyatakan kekecewaannya terhadap Gubernur NTT, Melkianus Laka Lena, yang  tidak menemui massa aksi.Akibat penolakan tersebut, massa aksi membakar ban sebagai simbol protes keras atas ketidakpedulian kepala daerah terhadap aspirasi rakyat yang telah menunggu sejak sore hari.

‎Aliansi PERISAI NTT melibatkan berbagai elemen organisasi, termasuk FMN Cabang Kupang, BEM Nusantara, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Lingkar Studi Pendidikan Agama kristen,Serta sejumlah organisasi mahasiswa daerah seperti; Sentral perjuangan mahasiswa Belu. IMMALA, IKMATM, IMPRA, IKMAS-TTS,IKIF,IKMABAN,G.M.F., IMAN Kupang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Diskusi Reset Indonesia Soroti Ketimpangan dan Arah Pembangunan

21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Menuju NTT Maju dan Sejahtera, Pemprov NTT Paparkan Capaian Dasa Cita

15 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, NTT, Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

15 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja, Solidaritas Perempuan Flobamoratas Dorong Perlindungan Ruang Hidup

14 Agustus 2026 - 16:41 WIB

LMID Eksekutif Kota Kupang: Kongres XII Harus Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Kaum Muda

8 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Trending di Suara Mahasiswa